Jelang May Day, Wali Kota Respati Ajak Forkopimda Solo Jaga Kondusivitas Sosial

oleh
oleh

SOLO, MettaNEWS – Menjelang peringatan Hari Buruh Internasional (May Day)  pada 1 Mei mendatang, Wali Kota Kota Surakarta, Respati Ardi, mengajak seluruh unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) untuk bersama menjaga kondusivitas sosial di wilayahnya.

Ajakan tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) bersama Forkopimda yang digelar di kantor Satpol PP Surakarta, Senin (27/4/2026). Langkah ini dilakukan sebagai upaya antisipasi terhadap potensi dinamika sosial yang kerap muncul saat peringatan May Day.

Menurut Respati, soliditas antar-stakeholder menjadi kunci dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Ia menekankan pentingnya langkah preventif dari seluruh jajaran guna memastikan perayaan berlangsung aman dan nyaman.

“Keamanan warga dan ketertiban menjadi hal utama yang harus dijaga. Langkah preventif dari seluruh jajaran juga penting dan utama yang harus dilakukan,” ujarnya.

Respati juga mengingatkan agar respons terhadap peringatan Hari Buruh dilakukan secara humanis. Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kota Solo tetap menjamin hak pekerja untuk menyampaikan aspirasi, selama dilakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Ia pun mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh ajakan negatif yang berpotensi memicu kerusuhan. Menurutnya, gangguan keamanan dapat berdampak langsung terhadap stabilitas dan pertumbuhan ekonomi daerah.

“Jika memang ada penyampaian aspirasi, akan kami fasilitasi dengan ketentuan yang berlaku, di waktu yang tepat tanpa mengganggu ketertiban dan keamanan,” katanya.

Selain itu, Pemkot Solo juga akan menginisiasi Gerakan Warga Solo sebagai upaya pencegahan kebencanaan sosial, termasuk potensi konflik atau kerusuhan yang dapat menghambat aktivitas ekonomi masyarakat.

Dalam rangka memperingati May Day, pemerintah kota juga menyiapkan sejumlah kegiatan, seperti penyaluran bantuan sosial serta penyuluhan program ketenagakerjaan. Upaya peningkatan layanan di dinas terkait juga akan dilakukan, termasuk penyelesaian persoalan buruh seperti gaji dan pesangon.

Sementara itu, Kapolresta Surakarta Catur C Wibowo memastikan kesiapan aparat kepolisian dalam menjaga keamanan kota. Ia menyebut sinergi antarunsur, khususnya melalui peran tiga pilar—Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan lurah—akan dioptimalkan untuk mendeteksi potensi gangguan sejak dini.

“Komunikasi tiga pilar ini harus benar-benar optimal, sehingga semua pihak bisa aktif mendeteksi dan mengantisipasi potensi gangguan keamanan,” pungkasnya.