Angkutan Lebaran Hari ke-20, Daop 6 Yogyakarta Layani 51 Ribu Penumpang, 11 Ribu Tiket Masih Tersedia

oleh
oleh

YOGYAKARTA, MettaNEWS – Memasuki hari ke-20 masa Angkutan Lebaran 2026, PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 6 Yogyakarta mencatat volume penumpang kereta api jarak jauh masih tinggi, mencapai 51.389 orang pada Senin (30/3/2026).

Berdasarkan data sementara hingga pukul 10.00 WIB, sebanyak 28.274 penumpang tercatat berangkat dari wilayah Daop 6, sementara 23.115 penumpang tiba. Angka tersebut masih bersifat dinamis seiring penjualan tiket yang terus berlangsung hingga malam hari.

Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih mengatakan, tingginya mobilitas penumpang terjadi seiring berakhirnya masa libur Lebaran dan dimulainya kembali aktivitas kerja.

“Hari ini merupakan hari pertama masuk kerja setelah libur panjang Lebaran. Volume penumpang masih cukup tinggi, tembus 51 ribu, dibandingkan hari normal yang rata-rata 30–40 ribu,” kata Feni.

Ia menambahkan, hingga 31 Maret 2026, tren pergerakan penumpang diperkirakan masih tinggi, dengan 20.734 tiket telah dipesan. Masa Angkutan Lebaran sendiri masih berlangsung hingga 1 April 2026.

Secara keseluruhan, tingkat keterisian tempat duduk (okupansi) bahkan telah mencapai 547.628 kursi atau 102 persen dari total kapasitas 532.830 kursi yang disediakan. Meski demikian, masih tersedia 11.151 tempat duduk yang dapat dipesan hingga akhir masa angkutan.

Untuk keberangkatan, enam stasiun dengan volume penumpang tertinggi adalah Stasiun Yogyakarta (10.742 penumpang), Solobalapan (6.606), Lempuyangan (3.350), Klaten (2.525), Purwosari (1.472), dan Wates (805).

Sementara itu, untuk kedatangan, Stasiun Yogyakarta juga mencatat angka tertinggi dengan 10.024 penumpang, diikuti Lempuyangan (4.756), Solobalapan (4.233), Purwosari (1.290), Klaten (716), dan Wates (460).

Feni mengimbau masyarakat untuk segera memesan tiket arus balik guna menghindari kehabisan, baik melalui aplikasi Access by KAI, situs resmi, maupun mitra penjualan lainnya.

Selain itu, penumpang juga dapat memanfaatkan fitur kereta persambungan (connecting train) sebagai alternatif perjalanan jika tiket langsung telah habis.

“Kami juga mengingatkan penumpang untuk memastikan jadwal keberangkatan dan mengatur waktu perjalanan ke stasiun agar tidak terburu-buru, sehingga perjalanan tetap nyaman,” pungkasnya.