SOLO, MettaNEWS – Sebanyak 50 guru dan tenaga kependidikan SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Solo mengikuti kegiatan halalbihalal yang digelar di Ruang Haji Isa sekolah setempat, Jumat (27/3/2026). Acara ini menjadi momentum mempererat silaturahmi sekaligus meneguhkan komitmen kebersamaan pasca-Idulfitri.
Kegiatan diawali dengan tausiyah yang disampaikan oleh Ustaz Wahyu Widodo. Dalam tausiyahnya, ia menjelaskan filosofi Idulfitri dalam tradisi masyarakat Jawa, termasuk makna bakdan dan kupat.
Kupat, menurutnya, melambangkan hati yang bersih, saling memaafkan, dan melimpahkan kebaikan. Ia juga menekankan filosofi empat sisi kupat yakni lebar (membuka pintu maaf), labur (membersihkan diri), lebur (melebur dosa), dan luber (melimpahkan kebaikan).
Kepala SD Muhammadiyah PK Kottabarat Solo, Nursalam, dalam sambutannya menyampaikan permohonan maaf secara pribadi dan kelembagaan. Ia menegaskan pentingnya budaya saling memaafkan sebagai fondasi membangun lingkungan kerja yang harmonis.
“Tasamuh (toleransi), husnuzan (berprasangka baik), dan doa menjadi tiga penguatan utama. Dengan saling memahami dan menghargai, kita bisa menciptakan lingkungan kerja yang harmonis, produktif, dan penuh keberkahan,” kata Nursalam.
Kegiatan halalbihalal berlangsung dalam suasana hangat dan kekeluargaan, menjadi peneguh semangat kebersamaan dalam mengawali aktivitas sekolah pasca-Ramadan. Para guru dan tenaga kependidikan menyatakan antusiasme tinggi, berharap tradisi ini terus digelar setiap tahun sebagai sarana memperkuat kerja sama dan kebersamaan di lingkungan sekolah.








