Pasar Takjil Semarak Ramadan Solo Bisa Bangkitkan Ekonomi UMKM dan PKL

oleh
Pasar Takjil Semarak Ramadan 1443 H di area Parkir Benteng Vasternburg, Solo, Selasa (5/4/2022) | MettaNEWS / Adinda Wardani

SOLO, MettaNEWS – Untuk memaksimalkan bangkitnya perekonomian, Dinas Koperasi UMKM dan Perindustrian Kota Solo menggelar Pasar Takjil untuk memeriahkan Semarak Ramadan 1443 H, Selasa (5/4). Digelar di hari pertama, kegiatan ini berlangsung di area parkir Benteng Vansternburg dengan melibatkan 200 UMKM dan PKL yang ada di Solo.

Kepala Dinas Koperasi UMKM dan Perindustrian Kota Solo, Wahyu Kristina menyebut Benteng Vasternburg merupakan ikon Kota Solo sehingga sangat tepat untuk dimanfaatkan sebagai ajang promosi UMKM. Tidak hanya itu, pihaknya juga mengajak pedagang kaki lima (PKL) untuk ikut serta berjualan di Pasar Takjil.

“Kita masukkan UMKM termasuk para PKL yang jualan di depan Balai Kota, Pasar Gede ataupun di jembatannya,” ungkap Wahyu Kristina, Selasa (5/4).

Akan berlangsung selama 24 hari di bulan Ramadan yakni pada 5-28 April, Pasar Takjil ini dibuka sejak pukul 15.00 WIB hingga 18.30 WIB.

“Yang ada di stand ini adalah mereka yang mau mentaati peraturan yang diberlakukan seperti ber KTP Solo salah satunya,” terang Kristina.

Sebelumnya peminat stand Pasar Takjil sangatlah banyak. Disebutkan Kristiani, jumlah pendaftaran pada Minggu (3/4) lalu kuota melebihi kapasitas yang disediakan.

“Untuk yang nggak dateng hari ini akan kami bantukan untuk pedagang yang belum terakomodir,” jelasnya.

Jumlah pendaftar yang melebihi perkiraan akhirnya dilakukan penutupan saat angka pendaftar sudah mencapai 200 pedagang.

“Daripada sampai membeludak nanti malah nggak tertampung yang lainnya. Jadi kita stop,” tambahnya.

Jenis makanan dan minuman yang bervariasi merupakan hasil binaan Dinkop UMKM dan Perindustrian Solo yang masih baru.

“Hasil binaan wirausaha baru, skalanya belum besar. Mereka yang jualan ini nggak boleh masak disini (stand) atau membawa kompor, pemanas dan sejenisnya. Harus menjaga kebersihan masing-masing yang sudah menjadi tanggung jawabnya,” tutur Kristiani.

Kristiani menyebut para pedagang di Pasar Takjil merupakan pedagang berskala mikro yang berwirausaha sendiri sehingga berpeluang untuk melakukan promosi melalui tempat yang juga disediakan Pemkot Solo ini.

“Para pedagang bisa memanfaatkan momentum Ramadan. Jadi kita berkolaborasi dengan Bank Jateng yang dulunya memakai konsep terbuka. Tapi dengan cuaca seperti ini nanti malah nggak aman jadi kami selenggarakan dengan konsep seperti ini,” sebutnya.

Pihaknya sebagai penyedia tempat mengizinkan para pedagang untuk membawa properti dengan menyesuaikan kapasitas.

“Kami menyediakan meja dan kursi kalau propertinya setiap selesai harus sudah bersih. Nggak boleh ada yang ditinggal,” pungkasnya.