17 Juta Pemudik Bakal Serbu Jateng, Pemerintah Pastikan Stok Pangan Aman, Beras Surplus 1,5 Juta Ton

oleh
oleh

SEMARANG, MettaNEWS — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memastikan pasokan pangan di wilayahnya masih dalam kondisi aman dan surplus hingga akhir Maret 2026. Ketersediaan tersebut diperkirakan tetap terjaga bahkan hingga pasca-Idulfitri, meskipun jutaan pemudik diprediksi akan masuk ke Jawa Tengah.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah, Dyah Lukisari, mengatakan bahwa ketersediaan pangan dan keterjangkauan harga menjadi faktor krusial menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), khususnya Idulfitri. Karena itu, pihaknya telah melakukan pemetaan terhadap potensi peningkatan kebutuhan pangan selama periode Lebaran.

“Seluruh komoditas pangan sesuai proyeksi sampai akhir Maret nanti masih surplus,” kata Dyah saat mendampingi Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meninjau Gerakan Pangan Murah di halaman Kantor Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang, Jumat (6/3/2026).

Berdasarkan data yang dimiliki Pemprov Jateng, sejumlah komoditas utama masih mencatat surplus yang cukup besar. Beras tercatat surplus sekitar 1,5 juta ton, telur sekitar 135 ribu ton, gula pasir 54 ribu ton, serta minyak goreng sekitar 5.000 liter.

Dyah memastikan ketersediaan tersebut diperkirakan masih mampu mencukupi kebutuhan masyarakat Jawa Tengah, termasuk tambahan kebutuhan dari para pemudik yang akan datang selama musim mudik Lebaran.

“Insyaallah sekalipun ada pengungkit nanti kita masih bisa mencukupi kebutuhan pangan baik untuk warga Jawa Tengah maupun pemudik yang akan masuk ke Jawa Tengah,” ujarnya.

Untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan, Pemprov Jateng juga melakukan pemantauan intensif bersama Satgas Pangan provinsi, pemerintah kabupaten/kota, serta berkolaborasi dengan Satgas Pangan Polri, Polda, dan Polres.

“Pemantauan sudah dilakukan sekitar seminggu yang lalu. Fokusnya masih pada beras. Alhamdulillah berdasarkan hasil pantauan satgas, harga beras sampai hari ini tidak ada yang bergejolak,” jelas Dyah.

Meski begitu, ia mengakui masih ada beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga, terutama cabai dan daging sapi. Hasil pengecekan di sejumlah pasar menunjukkan harga cabai masih berada di atas Harga Acuan Pemerintah (HAP).

Sebagai langkah intervensi, Pemprov Jateng telah menyalurkan subsidi harga cabai melalui penugasan kepada BUMD Jateng Agro Berdikari (JTAB) sebanyak sekitar tiga ton.

“Kami akan terus melihat kondisi harga di lapangan dan menentukan daerah mana yang masih mengalami harga tinggi. Sejauh ini memang cabai dan daging sapi yang agak naik,” paparnya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengingatkan bahwa Jawa Tengah merupakan salah satu sentral arus mudik dan arus balik Lebaran. Pada tahun ini, diperkirakan sekitar 17 juta pemudik akan masuk ke wilayah tersebut, jumlah yang meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.

Lonjakan jumlah pemudik tersebut tentu akan berdampak pada meningkatnya kebutuhan pangan masyarakat selama periode Lebaran.

Karena itu, Luthfi meminta seluruh pihak terkait untuk terus melakukan operasi pasar serta memperkuat pengawasan terhadap ketersediaan stok dan stabilitas harga pangan.

Ia juga meminta BUMD Jateng Agro Berdikari untuk segera turun tangan apabila ditemukan kekurangan stok atau indikasi permainan harga di lapangan.

“Saya minta Gerakan Pangan Murah terus dilakukan, cek pasar agar tahu pergerakan harga. Gunakan satgas pangan di masing-masing kabupaten/kota untuk menghindari penimbunan dan panic buying,” tegasnya.