SOLO, MettaNEWS — Upaya melestarikan budaya terus dilakukan komunitas Bulls.Soc dengan cara yang lebih dekat dengan generasi muda. Salah satunya dilakukan komunitas Bulls.Soc yang mengajak puluhan influencer dan pegiat media sosial belajar membatik di Kota Solo.
Founder Bulls.Soc, Dhading Baskoro Wibowo, mengatakan kegiatan tersebut sengaja digelar untuk menyasar anak-anak muda agar lebih peduli terhadap kekayaan budaya Indonesia.
“Kegiatan hari ini memang bertujuan mengajak anak-anak muda merawat dan melestarikan budaya. Kami mengundang influencer dan pegiat media sosial agar mereka memiliki kepekaan terhadap budaya yang kita miliki,” ujarnya.
Dalam kegiatan bertema “Merawat Budaya di Era Perkembangan Digital” itu, peserta tidak hanya belajar membatik, tetapi juga diajak mengemas budaya menjadi konten kreatif di media sosial.
Menurut Dhading, pendekatan tersebut dipilih agar budaya tidak lagi dipandang sebagai sesuatu yang kuno atau hanya identik dengan tradisi lama.
“Kita kemas berbeda. Selain membatik, mereka juga belajar bagaimana budaya bisa masuk ke dalam konten digital sehingga pesan yang disampaikan bisa menjangkau masyarakat lebih luas,” jelasnya.
Sebanyak 50 peserta mengikuti kegiatan tersebut. Mereka sebagian besar merupakan influencer dan pegiat media sosial yang mengetahui kegiatan itu melalui informasi di media sosial.
Antusiasme peserta cukup tinggi. Bahkan kegiatan berlangsung lancar dengan suasana yang santai dan menyenangkan sehingga peserta dapat menikmati proses membatik.
Dhading menilai batik merupakan salah satu kekayaan budaya yang harus terus dijaga, meskipun dunia saat ini berkembang pesat dengan kemajuan teknologi.
“Batik adalah aset budaya yang sangat berharga. Meski sering dianggap kuno atau tradisional, saya yakin budaya ini bisa berjalan beriringan dengan perkembangan zaman,” katanya.

Ia menilai tren anak muda yang kembali menyukai gaya berpakaian bernuansa klasik menunjukkan bahwa budaya lama sebenarnya masih relevan jika dikemas dengan cara yang tepat.
Karena itu, kegiatan seperti ini akan terus digelar ke depan agar generasi muda semakin peduli terhadap budaya sekaligus mampu memanfaatkannya di era digital.
“Kami ingin menjadi wadah bagi anak muda untuk berkarya, berkolaborasi, dan memiliki kepedulian terhadap budaya maupun sosial di Kota Surakarta,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Panitia kegiatan Petrus Santo Wibowo mengatakan kegiatan tersebut merupakan hasil kerja sama para anggota Bulls.Soc yang memiliki kepedulian terhadap budaya dan sosial kemasyarakatan.
“Hari ini acara ini adalah buah dari kerja sama teman-teman Bulls.Soc. Ke depan kami berharap bisa terus berkolaborasi lintas organisasi dan melibatkan banyak anak muda dari berbagai generasi,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan ini diharapkan menjadi ruang bagi generasi muda untuk berkreasi sekaligus menunjukkan kepedulian terhadap budaya.
“Kami ingin anak-anak muda bisa berkreasi, berimajinasi, dan menunjukkan kepedulian terhadap budaya maupun sosial kemasyarakatan melalui berbagai agenda yang akan digelar di Kota Surakarta,” pungkasnya.








