SEMARANG, MettaNEWS — Jawa Tengah selalu jadi magnet mudik nasional, pada Lebaran 2026, sebanyak 38,71 juta orang pemudik diperkirakan pulang kampung ke Provinsi ini. Menghadapi lonjakan besar tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah di bawah kepemimpinan Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen menyiapkan layanan maksimal serta pengawasan ketat demi kelancaran dan keselamatan pemudik.
Kepala Dinas Perhubungan Jawa Tengah, Arief Djatmiko, menyebut angka tersebut merupakan hasil survei nasional Badan Kebijakan Transportasi (BKT) Kementerian Perhubungan. Secara internal, pihaknya memprediksi sekitar 17,7 juta orang akan melintas dan masuk wilayah Jateng.
“Secara nasional, lebih dari 40 persen pemudik menjadikan Jawa Tengah sebagai tujuan utama,” terangnya di acara Jateng Bicara, Kamis (26/2/2026).
Posko Lebaran Beroperasi H-8 hingga H+7
Untuk mengantisipasi lonjakan arus, posko Lebaran akan beroperasi lebih panjang, mulai H-8 (13 Maret) hingga H+7 atau 30 Maret 2026. Puncak arus mudik diprediksi terjadi pada 14 dan 17 Maret 2026.
Pemantauan dilakukan melalui CCTV di sejumlah titik krusial seperti Pasar Gombong, Simpang Ketanggungan, Simpang Lingkar Bumiayu, Simpang Wangon, Simpang Buntu, Simpang Bawen, Exit Tol Prambanan, kawasan wisata Bandungan, Simpang Dieng, hingga Bayeman–Purbalingga.
Tak hanya lalu lintas, perangkat pengindera jarak jauh juga disiapkan untuk memantau cuaca, mengingat curah hujan di sejumlah wilayah masih tinggi. Akses CCTV daring akan dibuka agar pemudik bisa memantau kondisi jalan secara real time.
Jalan Dipastikan Mantap, Kendaraan Wajib Laik Jalan
Dishub juga berkoordinasi dengan DPUPR untuk memastikan kemantapan jalan provinsi, terutama setelah sejumlah ruas terdampak hujan. Perbaikan terus dilakukan agar jalur mudik tetap aman dan nyaman.
Sementara itu, inspeksi keselamatan kendaraan (ramp check) akan dilakukan ketat. Seluruh armada, baik bus umum, armada mudik gratis Pemprov Jateng, Terminal Tipe B (kelolaan provinsi), maupun Terminal Tipe A (kelolaan pusat), wajib melalui pemeriksaan.
“Ramp check dilakukan H-1 sebelum keberangkatan. Kalau tidak laik, pasti tidak jalan,” tegas Arief.
Mobil Pribadi Masih Dominan
Berdasarkan rilis Kementerian Perhubungan, pergerakan pemudik terbesar berasal dari Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Jawa Timur. Sementara dari sisi moda transportasi, mobil pribadi masih mendominasi, disusul sepeda motor dan bus. Mayoritas pengguna mobil memilih jalur tol, sedangkan sepeda motor cenderung melalui jalur alternatif nonutama.
Dengan tingginya mobilitas tersebut, Arief mengimbau masyarakat untuk mengutamakan keselamatan.
“Pastikan kendaraan laik jalan, kondisi fisik prima, dan selalu taat aturan lalu lintas,” pungkasnya.
Dengan persiapan matang dan pengawasan berlapis, Pemprov Jawa Tengah berharap arus mudik dan balik Lebaran 2026 berjalan aman, lancar, dan selamat hingga seluruh pemudik tiba di kampung halaman.








