TEMANGGUNG, MettaNEWS — Penantian masyarakat dan petani di Desa Geblog, Kecamatan Kaloran, Kabupaten Temanggung, untuk memiliki embung akhirnya terwujud. Embung Geblog resmi beroperasi setelah pembangunannya tuntas pada Desember 2025 dan diresmikan oleh Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, Senin (23/2/2026).
Ketua Kelompok Tani Wahyu Mulyo Dusun Bugel, Desa Geblog, Suyadi, menyampaikan apresiasi atas pembangunan embung tersebut. Menurutnya, keberadaan embung menjadi harapan besar bagi petani saat musim kemarau.
“Embung ini nanti dimanfaatkan masyarakat petani di waktu kemarau, untuk tanaman palawija maupun perkebunan. Selain itu, nanti teman-teman UMKM bisa jualan di sini apabila ini nanti diperbolehkan untuk lokasi wisata,” kata Suyadi.
Suyadi menuturkan, sebelum adanya embung, petani kesulitan mendapatkan pasokan air saat kemarau. Untuk menyiram tanaman durian, kopi, alpukat, dan palawija, mereka harus mengambil air dari sungai menggunakan jeriken dengan jarak tempuh sekitar 1–3 kilometer.
“Apalagi yang punya lahan di sini tidak hanya yang dekat dengan Dusun Bugel, tapi ada yang dari Gandon, Kemloko, Kemiri, dan sekitarnya. Jadi lahannya jauh. Diharapkan bisa membantu dengan adanya embung ini,” tuturnya.
Embung Geblog dibangun dengan anggaran Rp5,7 miliar yang bersumber dari APBD Provinsi Jawa Tengah Tahun Anggaran 2025. Embung ini memiliki kapasitas tampung 18.143 meter kubik dan mampu mengairi lahan perkebunan seluas kurang lebih 30 hektare. Komoditas utama di wilayah tersebut meliputi durian dan kopi, serta alpukat dan palawija.
Gubernur Ahmad Luthfi menyampaikan bahwa pembangunan embung ini menjadi bagian dari upaya mendukung program swasembada pangan nasional. Ia menegaskan bahwa irigasi merupakan salah satu kunci utama keberhasilan program tersebut.
“Di wilayah sini, kepala desa dan camat menyampaikan, kalau bisa ada embung yang bisa mengairi masyarakat sekitar, bisa digunakan untuk destinasi wisata, bisa digunakan untuk air baku tanah, bisa untuk pengairan. Jadi manfaatnya besar sekali,” tandas Gubernur Luthfi.
Mengingat pentingnya embung dan jaringan irigasi, Luthfi menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Tengah ke depan akan menambah jumlah embung. Bahkan, ia menyebut idealnya terdapat satu embung untuk setiap dua wilayah kecamatan guna memperkuat ketahanan air dan pangan di daerah.







