SOLO, MettaNEWS – DPC PDI Perjuangan Kota Surakarta menggelar aksi penanaman 1.001 pohon bertajuk Jaga Pertiwi secara serentak di lima kecamatan, Minggu (15/2/2026).
Gerakan lingkungan ini menjadi wujud politik hijau berbasis aksi nyata sekaligus upaya jangka panjang merawat bumi dan kualitas hidup warga.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surakarta, Aria Bima, menegaskan bahwa kegiatan ini berangkat dari niat baik jangka panjang untuk menciptakan udara bersih dan memperkuat ketahanan tanah serta air. Menurutnya, berbagai bencana alam yang terjadi belakangan merupakan peringatan dari alam akibat ulah manusia.
“Kita ingin menanam niat baik jangka panjang. Dari 1.001 pohon ini kita ingin menikmati udara bersih karena menghasilkan oksigen. Kalau kita cinta tanah air, contoh paling konkret adalah menanam pohon. Tanah dan air akan kuat, dan kita menghirup O2 setiap hari,” paparnya.
Aria Bima menyebut, gerakan ini diharapkan menjadi agenda lintas partai, melibatkan pemuda, karang taruna, dan seluruh komponen masyarakat. Targetnya, lima tahun pertama terbentuk “hutan di tengah Kota Solo”, dan lima tahun berikutnya terwujud mimpi “kota di tengah hutan”.
“Kita ingin sepuluh tahun ke depan, kalau dilihat dari atas, Solo tampak hijau seperti hutan dengan kota di tengahnya. Kalau ini terjadi, persoalan iklim bisa kita hadapi bersama,” tegasnya.
Aria Bima menyampaikan aksi Jaga Pertiwi merupakan perintah langsung Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri agar politik tidak semata berorientasi pada kekuasaan dan kontestasi pemilu, melainkan diwujudkan lewat kerja nyata mencintai dan menjaga lingkungan.
“Berpolitik adalah cara kerja kita memberi manfaat—mencintai lingkungan, merawat bumi,” kata Aria Bima.
Sebanyak 201 pohon ditanam di Kecamatan Pasar Kliwon, sementara empat kecamatan lainnya masing-masing 200 pohon. Jenis pohon yang ditanam merupakan tanaman produktif, seperti mangga, klengkeng, dan nangka. Penanaman melibatkan DPC, PAC, ranting, anak ranting PDI Perjuangan, warga sekitar, serta kelompok tani perkotaan.
Panitia juga menyiapkan mekanisme pemantauan. Setiap pohon akan dirawat dan dipantau; bila ada yang mati akan diganti. Kegiatan ini direncanakan menjadi kebiasaan rutin pada momentum ulang tahun dan diharapkan menginspirasi partai lain untuk bersama-sama menanam dan merawat pohon.
Gerakan ini berpijak pada rekomendasi Rakernas I PDI Perjuangan 2026 tentang “Merawat Pertiwi” sebagai sikap ideologis menghadapi krisis ekologis. Landasan pemikirannya merujuk pada pidato Soekarno saat Lahirnya Pancasila, 1 Juni 1945: “Tidak dapat dipisahkan rakyat dari bumi yang ada di bawah kakinya.”
Dengan Jaga Pertiwi, PDI Perjuangan Kota Surakarta menargetkan tiga tujuan utama.
“Menguatkan gotong royong kader dan masyarakat, edukasi politik hijau berbasis aksi nyata, serta meninggalkan warisan ekologis berkelanjutan—dari penanaman, perawatan, hingga pemanfaatan hasil buah—demi Solo yang lebih hijau, sehat, dan berdaya tahan iklim,” pungkas Aria Bima.








