SOLO, MettaNEWS – Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) secara resmi menyerahkan Program Kemaslahatan berupa pembangunan Islamic Economics and Business Center di Universitas Sebelas Maret (UNS), Surakarta. Proyek ini dikerjakan bekerja sama dengan Rumah Zakat sebagai mitra kemaslahatan, dan telah berlangsung sejak September 2025. Fasilitas ini diharapkan menjadi episentrum baru riset dan pengembangan ekonomi syariah di Indonesia.
Pembangunan gedung ini dilandasi kebutuhan integrasi antara teori akademik dan praktik industri. Pemilihan UNS di Surakarta didasarkan pada posisi strategis kota sebagai pusat peradaban Islam sekaligus pertumbuhan ekonomi kreatif yang dinamis di Jawa Tengah.
Anggota Dewan Pengawas BPKH, Mulyadi, menegaskan bahwa investasi di sektor pendidikan menjadi kunci keberlanjutan ekonomi syariah.
“Pusat kajian ini bertujuan mencetak talenta ekonomi syariah yang kompeten melalui teori dan praktik yang aplikatif, sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai prinsip ekonomi yang adil sesuai ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari,” bebernya.
Sementara itu, Rektor UNS Prof. Hartono menjelaskan bahwa gedung ini akan menjadi pusat kajian dan riset ekonomi syariah. Melalui inisiasi pembangunan gedung ini, UNS merintis Prodi baru bernama Prodi Ekonomi dan Keuangan Islam, yang diharapkan mulai menerima mahasiswa baru semester depan.
Prof. Hartono berharap keberadaan pusat ini memberi manfaat bagi civitas akademika, khususnya Fakultas Ekonomi dan Bisnis, masyarakat Surakarta, dan masyarakat Indonesia secara luas.
“BPKH memberikan hibah untuk pembangunan gedung ini, dan ke depan akan ada kerja sama lain melalui PPK. Dengan kolaborasi ini, realisasi gedung dan program-program kajian ekonomi syariah dapat segera berjalan, termasuk dengan bimbingan ustadz dan ustazah,” tambah Prof. Hartono.
Dengan fasilitas ini, BPKH berharap literasi ekonomi syariah masyarakat meningkat signifikan, sekaligus memposisikan Indonesia sebagai pemimpin pasar halal dunia melalui penguatan sumber daya manusia dari bangku kuliah.








