Tekan Inflasi Ramadan–Lebaran, Wali Kota Respati Siapkan Satgas Anti Penimbunan dan Monitoring Harga Bahan Pokok

oleh
oleh

SOLO, MettaNEWS – Wali Kota Solo, Respati Ardi, memastikan Pemerintah Kota Surakarta akan melakukan monitoring ketat terhadap ketersediaan dan harga bahan pokok selama Bulan Ramadan hingga Lebaran 2026.

Langkah ini dilakukan guna menekan potensi kenaikan harga dan menjaga inflasi tetap terkendali saat momentum hari besar keagamaan.

Selain melakukan pemantauan langsung ke lapangan, Respati juga menyiapkan pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Anti Penimbunan Bahan Pokok. Satgas ini bertugas mengantisipasi praktik penimbunan yang dapat memicu lonjakan harga dan merugikan masyarakat.

“Untuk inflasi memang ada sedikit peningkatan, tetapi masih aman di bawah tiga persen. Langkah kita adalah membuat operasi anti penimbunan menjelang hari raya. Kami akan mengunjungi gudang-gudang bersama kepolisian, TNI, dan Satgas TPID untuk melakukan operasi anti penimbunan di Kota Surakarta,” kata Respati usai menghadiri High Level Meeting TPID Surakarta bertajuk Memperkuat Sinergi Pengendalian Harga Menjelang Ramadan dan Lebaran, Kamis (5/2/2026).

Respati menambahkan, Pemkot Surakarta juga akan mengumpulkan seluruh distributor bahan pokok di Kota Solo untuk memastikan tidak terjadi perbedaan harga yang signifikan di pasaran. Selain itu, pihaknya akan mengajukan permohonan kepada Badan Gizi Nasional (BGN) agar belanja kebutuhan Makan Bergizi Gratis (MBG) dapat dilakukan melalui pasar tradisional.

Kebijakan tersebut bertujuan untuk menjaga keberlangsungan dan kesejahteraan pasar tradisional. Di sisi lain, Pemkot Surakarta juga akan menyelenggarakan Pasar Murah di sejumlah titik guna menjaga daya beli masyarakat selama Ramadan.

“Nanti dari dinas akan ada beberapa titik Pasar Murah. Akan kita selenggarakan di masa Ramadan dan kemungkinan bekerja sama dengan Bulog sebagai penyalur. Selain itu juga ada bantuan dari Presiden dan pemerintah pusat berupa bantuan langsung yang akan diberikan pada masa Ramadan ini,” jelasnya.

Lebih lanjut, Respati mengajak masyarakat untuk turut berperan aktif dalam menjaga stabilitas harga dan inflasi. Ia juga mendorong warga agar segera melaporkan apabila menemukan praktik penimbunan maupun lonjakan harga yang tidak wajar di pasaran.

“Jika ada laporan dari masyarakat terkait penimbunan, silakan disampaikan kepada kami. Nanti akan kami tindak tegas segala bentuk penimbunan yang merugikan masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Solo, Dwiyanto Cahyo Sumirat, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan langkah antisipatif dengan menggelar Forum Distributor. Dari hasil forum tersebut, diketahui bahwa pasokan dan harga bahan pokok di Kota Solo masih dalam kondisi aman.

“Tadi juga ada arahan dari Wali Kota agar dinas terkait menindaklanjuti hasil forum ini, di antaranya melalui gerakan Pasar Murah dan gerakan menanam cabai. Alhamdulillah, ini akan sangat produktif,” ungkapnya.

Anto juga mengimbau masyarakat agar tidak panik, karena stok dan harga bahan pokok di Solo terjaga. Ia menegaskan Bank Indonesia Solo akan terus bersinergi dengan Pemkot Surakarta untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat.