Resmikan Tiga SD Negeri di Solo, Respati Dorong Pendidikan Inklusif dan Merata

oleh
oleh

SOLO, MettaNEWS – Wali Kota Surakarta, Respati Ardi, meresmikan tiga Sekolah Dasar (SD) Negeri di Kota Solo, Jumat (30/1/2026).

Ketiga sekolah tersebut yakni SD Negeri Sekip, SD Negeri Begalon 1, dan SD Negeri Madyotaman yang merupakan hasil penyelesaian pekerjaan pembangunan tahun 2025.

Selain meresmikan tiga SD Negeri, Respati juga mengumumkan selesainya sejumlah paket pekerjaan konstruksi bidang Pendidikan Anak Usia Dini–Pendidikan Nonformal (PAUD-PNF) serta Sekolah Menengah Pertama (SMP). Peresmian dipusatkan di SD Negeri Sekip, oʻ⁹.

“Jadi hari ini tadi meresmikan beberapa sekolah dan menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan sebelumnya di 2025. Dan sarana fasilitas sekolah ini sudah sangat baik sekali,” ucap Respati usai peresmian.

Dalam kesempatan tersebut, Respati menegaskan komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Solo untuk mendorong pendidikan yang inklusif dan merata. Upaya tersebut dilakukan melalui peningkatan kualitas tenaga pendidik, kesejahteraan guru, serta penambahan tenaga pendamping bagi pelajar disabilitas.

“Kita akan siapkan terkait pendapatan yang nanti dicadangkan untuk peningkatan dan penambahan guru, terutama tenaga pendamping disabilitas yang akan kita utamakan terlebih dahulu,” jelasnya.

Menurut Respati, keberadaan tenaga pendamping disabilitas menjadi sangat penting seiring dengan penguatan konsep sekolah inklusif di Surakarta, khususnya di jenjang pendidikan dasar.

“Karena kita sudah mendorong sekolah inklusif, pendamping disabilitas ini menjadi sangat penting sekali di SD Negeri dan sekolah di Surakarta. Dan karena ini pendidikan dasar, kami siap di tahun-tahun berikutnya bersaing dengan sekolah-sekolah swasta di Kota Surakarta,” imbuhnya.

Tak hanya itu, Respati juga meluncurkan program Pelaksanaan Jam Wajib Belajar di Luar Sekolah serta Pelatihan Guru Pembelajaran Mendalam. Ia berharap berbagai terobosan tersebut dapat meningkatkan kualitas pendidikan di Kota Solo.

“Kami juga akan memberikan pelatihan-pelatihan untuk kepala sekolah terkait kerja sama dengan perusahaan melalui CSR. Jadi tidak hanya bergantung pada dana APBD dan BOS daerah, tetapi kami beri fasilitas kepada guru-guru untuk menambah kualitas layanan pendidikan di Surakarta,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Surakarta, Dwi Ariyatno, menjelaskan bahwa pembangunan sarana pendidikan tersebut didanai dari APBD, Dana Alokasi Umum (DAU), serta Silpa DAU dengan total anggaran mencapai Rp 43.868.307.510.

Dari total anggaran tersebut, Pemkot Solo berhasil menyelesaikan pembangunan pada empat jenjang pendidikan, yakni PAUD-PNF, SD, dan SMP. Rinciannya, bidang PAUD-PNF sebanyak empat paket pekerjaan senilai Rp 2.423.043.640, bidang SD 12 paket pekerjaan senilai Rp 15.708.360.742, serta bidang SMP 16 paket pekerjaan dengan nilai Rp 25.736.803.128.

“Dari semua total pengerjaan paket itu keseluruhan sudah selesai 100 persen kecuali masjid di SMP 5. Tempat ibadah tersebut tidak dapat diselesaikan oleh penyedia hingga batas waktu, sehingga kontraknya diputus dan dikenakan sanksi masuk daftar hitam,” ungkap Dwi.

Ia berharap fasilitas yang telah dibangun dapat meningkatkan sarana penunjang mutu dan kualitas pendidikaķn di Surakarta, termasuk pemenuhan fasilitas bagi pelajar disabilitmua sekolah yang dibangun ramah disabilitas. Jadi anak-anak disabilitas nanti akan ditempatkan di kelas bawah,” pungkasnya.