Astrid Widayani Apresiasi Kelompok Tani Subur Makmur, Dorong Ketahanan Pangan dari Tingkat Kelurahan

oleh
oleh

SOLO, MettaNEWS – Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani mengunjungi Kelompok Tani Subur Makmur yang berada di RW 02, Kelurahan Semanggi, Kecamatan Pasar Kliwon, Senin (12/1/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung aktivitas pertanian warga sekaligus memberikan dukungan nyata terhadap penguatan ketahanan pangan di tingkat kelurahan.

Dalam kunjungannya, Astrid berdialog dengan para anggota kelompok tani yang selama ini aktif memanfaatkan lahan pekarangan dan kebun warga. Beragam komoditas ditanam, mulai dari sayuran, buah-buahan, hingga tanaman pangan.

Tidak hanya fokus pada budidaya, Kelompok Tani Subur Makmur juga mengembangkan berbagai produk olahan pangan berbasis lokal yang bernilai tambah.
Sejumlah produk unggulan yang dihasilkan antara lain frozen getuk, frozen pohong (singkong), frozen ikan, serta aneka camilan seperti keripik paru daun pohong dan keripik belut daun pohong.

Selain itu, kelompok tani ini juga mengembangkan pembibitan jagung sebagai upaya menjaga keberlanjutan produksi pangan di lingkungan sekitar.

Astrid Widayani menilai keberadaan kelompok tani di wilayah perkotaan memiliki peran strategis dalam menjaga ketersediaan pangan sekaligus meningkatkan kemandirian masyarakat.

“Peran kelompok tani seperti ini sangat strategis, tidak hanya menjaga ketersediaan pangan, tetapi juga mendorong kemandirian warga. Saya sangat mengapresiasi kekompakan dan kreativitas Kelompok Tani Subur Makmur dalam mengelola lahan dan mengolah hasilnya menjadi produk bernilai tambah,” kata Astrid.

Menurutnya, kegiatan pertanian berbasis komunitas tidak hanya berdampak pada pemenuhan kebutuhan pangan, tetapi juga memperkuat semangat gotong royong dan ketahanan sosial warga.

Kawasan Kelompok Tani Subur Makmur bahkan dinilai mampu menghadirkan suasana pedesaan di tengah kota dengan konsep terpadu tani–ternak–mancing yang menarik dan edukatif.

“Kawasan ini luar biasa, bisa menghadirkan suasana pedesaan di tengah kota. Kami akan terus berkomitmen agar potensi di wilayah seperti ini dapat dikembangkan sebagai ruang pemberdayaan dan penguatan ketahanan pangan kota,” ujarnya.

Selain mendorong produktivitas pertanian, Astrid juga mengingatkan pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan. Menurutnya, lingkungan yang aman dan kondusif menjadi faktor penting agar aktivitas pertanian, pengolahan pangan, dan kegiatan warga lainnya dapat berjalan dengan nyaman dan berkelanjutan.

Penguatan ketahanan pangan memang menjadi salah satu fokus Pemerintah Kota Surakarta. Sepanjang 2025 hingga awal 2026, Pemkot secara rutin menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) guna menjaga keterjangkauan harga kebutuhan pokok masyarakat.

Selain itu, Pemkot juga mendukung distribusi beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang totalnya telah mencapai lebih dari 1.400 ton bagi warga Surakarta.

Di sisi lain, pengembangan urban farming, pasar tani, serta pembinaan keamanan pangan terus didorong melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian.

Berdasarkan proyeksi daerah, prevalensi ketidakcukupan pangan di Kota Surakarta pada 2026 ditargetkan terus menurun hingga kisaran 5,7 persen, menunjukkan tren positif dalam penguatan ketahanan pangan kota.