Pemkot Solo Siapkan Koridor Yos Sudarso Jadi Ikon Wisata Baru, Terhubung Gatsu–Kauman

oleh
oleh
Koridor Yos Sudarso Solo | MettaNEWS / Iqbal

SOLO, MettaNEWS – Pemerintah Kota (Pemkot) Solo berencana menata Jalan sekaligus Koridor Yos Sudarso untuk dikembangkan menjadi daya tarik wisata baru. Koridor ini akan mengoneksikan kawasan Koridor Gatot Subroto (Gatsu) dengan Kampung Wisata Batik Kauman agar terintegrasi sebagai satu kawasan wisata dan ekonomi kreatif.

Rencana tersebut disampaikan Wali Kota Solo, Respati Ardi, saat membuka Konsultasi Publik Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Solo Tahun 2027 yang digelar Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Solo di Zigna Kampung Batik, Kamis (8/1/2026).

Usai acara, Respati menjelaskan bahwa selama ini Koridor Gatsu dan Kampung Wisata Batik Kauman masih terpisah secara visual dan aktivitas. Oleh karena itu, Pemkot Solo berupaya menyambungkan kedua kawasan tersebut melalui penataan Koridor Yos Sudarso.

“Koridor Yos Sudarso akan kami rapikan. Separator jalan akan kami hilangkan, kabel-kabel akan kami turunkan ke bawah tanah, dan jalur pedestrian kami lebarkan hingga tiga meter. Nantinya kawasan ini akan menjadi destinasi wisata baru,” ujar Respati.

Ia menambahkan, Pemkot Solo sebelumnya telah menghadirkan Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya bersama tokoh Kemlayan, termasuk Sardono W Kusumo, untuk berdiskusi mengenai konsep penyambungan dua kawasan tersebut.

Dalam perencanaannya, Respati mengaku terinspirasi kawasan Song Wat Road di Bangkok, Thailand. Kawasan bersejarah tersebut kini menjadi destinasi populer berkat perpaduan bangunan lama, kafe estetik, galeri seni, toko kerajinan, serta kuliner khas Tiongkok–Thailand.

“Saya sedang belajar dari Song Wat Thailand. Harapannya kawasan Kauman, Nonongan, dan Gatsu bisa seperti Song Wat Road, sehingga potensi wisata yang sudah ada dapat semakin berkembang,” ungkapnya.

Respati menyebutkan, warga dan wisatawan nantinya dapat berjalan kaki menyusuri sejumlah jalan kampung yang menghubungkan Koridor Gatsu dan Yos Sudarso, seperti Jalan Empu Panuluh, Jalan Empu Sedah, Jalan Empu Gandring, dan Jalan Empu Baradah.

Selain penataan kawasan, Pemkot Solo juga menyiapkan rekayasa lalu lintas. Jalan Yos Sudarso direncanakan menjadi satu arah dari utara ke selatan, sementara arus kendaraan dari selatan ke utara akan dialihkan melalui Jalan Gatot Subroto.

“Nantinya pengunjung bisa berkeliling dengan nyaman dan kawasan ini diharapkan menjadi pusat sentra wisata ekonomi baru,” jelas Respati.

Ia menegaskan bahwa rencana pembangunan ini telah melalui proses diskusi dan penjaringan aspirasi dari tokoh masyarakat serta pelaku usaha setempat, termasuk Sardono W Kusumo sebagai tokoh sentral di Kemlayan. Penataan kawasan ditargetkan mulai dilaksanakan pada tahun ini.

“Tahun ini bismillah kami mulai. Masukan dari masyarakat sudah kami dengarkan, selanjutnya akan kami sesuaikan dan jalankan,” ujarnya.

Penataan Koridor Yos Sudarso akan menggunakan anggaran dari APBD Kota Solo. Meski berada di tengah kebijakan efisiensi, Respati memastikan program pembangunan tetap berjalan tanpa mengurangi kualitas layanan publik.

Sementara itu, Sekretaris Bappeda Kota Solo, Sumilir Wijayanti, membenarkan rencana tersebut. Ia menyampaikan bahwa Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Solo akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait rencana penataan kawasan Yos Sudarso.