Jelang Natal dan Tahun Baru, TPID Surakarta Pastikan Pasokan Pangan Aman dan Harga Stabil

oleh
oleh

SOLO, MettaNEWS – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Solo bersama Pemerintah Kota Surakarta menggelar High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Surakarta 2025 sebagai langkah memperkuat koordinasi dan kesiapan menghadapi Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan Tahun Baru.

HLM dibuka oleh Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani, dengan mengusung tema “Sinergi Mendorong Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga Menyambut HBKN Natal dan Tahun Baru.” Dalam sambutannya, Astrid menegaskan komitmen TPID Surakarta yang dinilai konsisten menjaga inflasi tetap pada rentang target nasional 2,5±1 persen.

Asisten Perekonomian Pemkot Surakarta, Tulus Widajat, memaparkan perkembangan Program Kerja TPID 2025 yang berfokus pada penguatan pasokan dan distribusi pangan, termasuk antisipasi gangguan akibat cuaca ekstrem. Inflasi Surakarta hingga awal Desember 2025 tercatat 2,8% (yoy) dan masih dalam batas sasaran, meski beberapa komoditas seperti cabai merah, bawang merah, dan emas perhiasan memberi tekanan harga.

Bank Indonesia mengingatkan bahwa peningkatan curah hujan berpotensi memengaruhi produksi hortikultura sehingga kesiapan rantai pasok menjadi krusial dalam menjaga stabilitas harga pangan.

Dalam sesi diskusi lintas OPD dan instansi vertikal, sejumlah isu strategis dibahas, antara lain ketersediaan BBM subsidi untuk kendaraan logistik, kenaikan permintaan pangan imbas program Makan Bergizi Gratis, kesiapan BULOG dalam distribusi SPHP jagung bagi peternak untuk menjaga stabilitas harga ayam dan telur, kesiapan operasi pasar dan pemanfaatan fasilitas Controlled Atmosphere Storage (CAS), penguatan ekosistem pangan berkelanjutan melalui kerja sama antardaerah dan pemberdayaan Kelompok Wanita Tani (KWT).

Forum juga menegaskan bahwa pasokan pangan pokok menuju Natal dan Tahun Baru berada dalam kondisi aman dan mencukupi. Hal ini diperkuat laporan Forum Komunikasi Distributor Solo Raya yang menyebut stok beras, telur, daging ayam, LPG, dan beberapa komoditas hortikultura masih stabil didukung kelancaran produksi dan distribusi.

Wakil Wali Kota Astrid Widayani menekankan pentingnya komunikasi dan koordinasi intensif antaranggota TPID. Pemkot dan BI bersepakat memperkuat integrasi data harga pangan real time, memperluas instrumen stabilisasi harga, serta memaksimalkan peran Koperasi Merah Putih dan BUMD sebagai penyangga pasokan.

Astrid juga menyoroti perlunya antisipasi terhadap meningkatnya mobilitas wisatawan dan perubahan pola konsumsi masyarakat selama akhir tahun.

Sebagai tindak lanjut, TPID Surakarta akan memperkuat operasi pasar hingga Februari 2026, melanjutkan distribusi SPHP jagung oleh BULOG, mempercepat pengajuan penyesuaian kuota BBM subsidi ke BPH Migas untuk mendukung kelancaran distribusi pangan.

Bank Indonesia menegaskan komitmennya mendukung Pemerintah Kota Surakarta dalam menjaga inflasi tetap terkendali sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan ekonomi daerah.