SOLO, Metta NEWS – Pendidikan Profesi Fisioterapis Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengadakan pengambilan Sumpah Profesi Fisioterapis Angkatan V kepada 142 lulusan pada Senin (28/3/2022) di Lor In Hotel.
Rektor UMS Prof Sofyan Anif, dalam sambutannya menyampaikan, acara sumpah fisioterapis mengandung makna yang cukup dalam.
“Ini adalah momentum, bagaimana merefleksikan sebagai sosok profil fisioterapis dengan memegang teguh janji-janji yang telah diucapkan dan tentunya juga memiliki karakter,” ujar Rektor UMS.
Sofyan juga berharap nilai keunggulan kompetitif lulusan UMS, terletak pada kekuatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) sesuai program studi atau bidang masing-masing, serta nilai-nilai keagamaan. Perpaduan keduanya itu menjadi bekal untuk mengabdi kepada masyarakat.
“Saya selaku Rektor tentu senang dan bangga jika lulusan fisioterapis menunjukkan kinerja yang baik, dan banyak disebut masyarakat. Dikarenakan kinerja lulusan UMS yang dapat memberikan kontribusinya untuk bangsa dan negara,” tegas Rektor Sofyan.
Ketua PERFI (Perkumpulan Fisioterapi Indonesia), Parmono Dwi Putro, menyampaikan pesan kepada lulusan fisioterapis yang hari ini telah mengikuti Sumpah Profesi, bahwa gelar ini jangan hanya dimaknai hanya sebagai perubahan status.
“Hal ini merupakan proses peningkatan pengetahuan yang luas dan dalam. Dalam pendidikan profesi ini juga ajang untuk pembentukan karakter, dan pembentukan ini memerlukan dimensi waktu,” papar Ketua PERFI.
Menurutnya, fisioterapis harus memiliki daya dorong yang prima dalam melakukan perubahan.
“Marilah kita bergerak maju untuk masyarakat yang membutuhkan layanan fisioterapis. Bergeraklah menjadi cahaya ilmu, karena keilmuan itulah yang mengangkat derajat manusia,” tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, mewakili peserta Sumpah Profesi, Dinik Ayundya Marli, Ftr menambahkan agar setelah mendapatkan gelar profesi ini lulusan fisioterapis tetap berdedikasi dan menjunjung tinggi nama almamater UMS.
“Tidak peduli seberapa jauh kita berpisah dimanapun kita berpijak tetapi kita akan tetap di langit yang sama. Jangan lupakan kenangan dan tugas kita, agar berguna bagi bangsa dan negara,” pesan Dinik.








