SOLO, MettaNEWS – Sebuah kegiatan literasi inspiratif digelar di Rutan Kelas I Surakarta pada Selasa (30/9). Bertajuk “Merajut Asa dengan Kata”, program ini diinisiasi oleh Rotary Club of Solo Kartini bekerja sama dengan Nyalanesia dalam rangka memperingati Literacy Month.
Sebanyak 60 warga binaan perempuan mengikuti pelatihan menulis puisi yang difasilitasi oleh Nyalanesia. Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana ekspresi diri, tetapi juga sebagai bentuk dukungan terhadap kesehatan mental mereka.
“Kami ingin mereka bisa mengurai rasa, menata asa, dan menyampaikan rindu melalui puisi,” ujar Rini Rahyuni, narasumber pelatihan sekaligus penulis konten Nyalanesia.
Selain pelatihan menulis, acara ini juga dilengkapi dengan sesi edukasi tentang kesehatan mental yang dibawakan oleh PE. Lia Taufiq. Perpaduan antara literasi dan kesadaran mental menjadi inti dari kegiatan ini, agar warga binaan bisa lebih siap saat kembali ke tengah masyarakat.
Yang menarik, hasil karya puisi para warga binaan tidak akan berhenti di pelatihan saja. Puisi-puisi mereka akan dihimpun dan diterbitkan dalam bentuk buku antologi, yang nantinya dikirimkan ke rumah masing-masing peserta.
“Puisi-puisi itu akan menjadi jembatan rindu. Kami ingin keluarga mereka di rumah bisa merasakan harapan yang tumbuh melalui kata-kata,” ungkap Founder Nyalanesia, Lenang Manggala.
Sebagai bentuk dukungan berkelanjutan, Nyalanesia bersama Rotary Club of Solo Kartini juga menyerahkan sumbangan buku untuk menambah koleksi perpustakaan di dalam rutan.
Program “Merajut Asa dengan Kata” menjadi bukti bahwa literasi memiliki kekuatan untuk menyembuhkan, menguatkan, dan memberdayakan. Kolaborasi ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi komunitas lain untuk terus mendorong gerakan literasi inklusif di Indonesia.








