SOLO, MettaNEWS – Ketua Umum Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (Ipemi), Inggrid Kansil, menegaskan pentingnya menciptakan organisasi yang inklusif dan mendukung kesetaraan bagi penyandang disabilitas.
Hal itu disampaikan Inggrid saat menghadiri Pelatihan Crafting Bersama Disabilitas yang digelar PD Ipemi Solo di Solo Square, Selasa (30/9/2025).
Dalam sambutannya, Inggrid mengapresiasi inisiatif Ipemi Solo yang menghadirkan program khusus pemberdayaan difabel.

Menurut Inggrid, inklusi dan kesetaraan adalah prinsip utama yang harus terus dijunjung, terutama dalam dunia usaha.
“Saya berharap Ipemi ke depan semakin inklusif dan mendukung kesetaraan bagi penyandang disabilitas untuk terus berdaya dan berkontribusi dalam perekonomian nasional. Alhamdulillah Ipemi sudah tersebar di 36 provinsi, 360 kabupaten/kota, 1.000 kecamatan, dan hadir di 17 negara. Prinsip kami jelas, setiap individu tanpa memandang kemampuan fisik atau mental harus memiliki kesempatan setara untuk berpartisipasi,” ungkap Inggrid.
Ia menambahkan, pelatihan seperti ini tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis, tetapi juga membuka peluang usaha baru.
“Kita harus menciptakan lingkungan kerja yang ramah disabilitas. Dengan adanya pelatihan ini, secara tidak langsung kita mendukung pengembangan bisnis UMKM yang menerapkan prinsip inklusi. Saya juga sangat mengapresiasi gagasan panitia yang akan membentuk grup WhatsApp agar pendampingan terus berjalan. Dengan begitu, bapak dan ibu bisa terus menjadi pengusaha produktif,” tambahnya.
Ketua Panitia, Septi Utami, mengatakan pelatihan ini dirancang untuk memberi manfaat nyata bagi peserta difabel. Selain membekali keterampilan crafting, kegiatan ini juga menjadi awal dari komunikasi berkelanjutan.
“Untuk berkarya bersama teman-teman difabel. Kami mengharapkan dengan acara ini semoga nantinya akan memberi manfaat untuk teman-teman disabilitas semua yang hadir hari ini. Agar apa yang didapatkan hari ini bisa dikembangkan nantinya. Setelah acara ini, kita tidak hanya sekadar penyampaian materi, tetapi akan membentuk grup WhatsApp untuk tetap saling terhubung dan melancarkan komunikasi pembinaan UMKM,” ujarnya.

Senada dengan itu, Ketua PD Ipemi Solo, Atik Puji Lestari, menyebut pelatihan ini sejalan dengan visi Ipemi dalam meningkatkan kreativitas dan kemandirian difabel. Menurutnya, setiap orang memiliki potensi unik yang perlu didukung.
“Ipemi Solo mengadakan pelatihan bersama disabilitas yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan kreativitas para peserta dalam bidang kerajinan dan usaha. Kami percaya setiap orang memiliki potensi yang unik. Dengan pelatihan ini, kami berharap para peserta semakin percaya diri, mandiri, dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat luas,” kata Atik.
Dukungan juga datang dari Wakil Wali Kota Solo, Astrid Widayani, yang membuka kegiatan tersebut. Ia menilai program Ipemi sejalan dengan visi Pemkot Surakarta untuk menciptakan kota ramah perempuan dan disabilitas.
“Kami sampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Ipemi yang konsisten menjadi wadah pemberdayaan perempuan muslimah, termasuk memberikan ruang inklusif bagi sahabat difabel. Pelatihan crafting ini penting agar teman-teman difabel bisa menghasilkan karya bernilai ekonomi tinggi, memperkuat kemandirian, dan membuka peluang usaha baru. Pemerintah kota akan terus mendukung inisiatif positif seperti ini,” tegas Astrid.
Melalui kolaborasi Ipemi Solo, pemerintah daerah, dan dukungan pengurus pusat, Wawali Astrid berharap pelatihan crafting ini menjadi tonggak lahirnya wirausaha baru yang kreatif, inklusif, serta berdampak positif bagi perekonomian dan masyarakat luas.










