Hipmi Surakarta Gelar “Mas Wali Dolan Pasar” Bersama Wali Kota dan BSI, Dorong Digitalisasi Pasar Tradisional dengan QRIS

oleh
oleh

SOLO, MettaNEWS – Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Surakarta  mendorong transformasi ekonomi digital di sektor pasar tradisional melalui kegiatan bertajuk “Mas Wali Dolan Pasar”, yang digelar di Selasar Pasar Jebres, Surakarta, Sabtu ( 30/8/2025).

Kegiatan ini dihadiri oleh ratusan peserta, termasuk pedagang dari Pasar Jebres, Ledoksari, Rejosari, dan perwakilan pasar umum lainnya,

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Surakarta Arif Handoko beserta jajarannya, serta Wali Kota Surakarta Respati Ardi, yang hadir secara langsung memberikan dukungan penuh.

Kegiatan ini diinisiasi oleh Ketua Umum Hipmi Surakarta Wahyu Adi Wibowo dan dijalankan oleh Bidang Perindustrian dan Perdagangan Hipmi Surakarta yang dimotori oleh Topan Okta Setiawan. Pelaksanaannya juga melibatkan sejumlah bidang strategis lainnya, yakni Bidang Investasi dan Hubungan Internasional, Bidang UMKM, Koperasi, dan Kewirausahaan, Bidang Keuangan, Perbankan, dan Perencanaan Pembangunan, serta Bidang Infrastruktur, Tata Ruang, Properti, dan Perhubungan.

Kolaborasi lintas bidang ini mencerminkan pendekatan holistik Hipmi Surakarta dalam mendorong pembangunan ekonomi berkelanjutan di tingkat lokal, dengan fokus pada penguatan sektor pasar tradisional sebagai tulang punggung ekonomi rakyat.

Didukung penuh oleh Bank Syariah Indonesia (BSI) sebagai sponsor utama, kegiatan ini bertujuan mempercepat digitalisasi transaksi di lingkungan pasar tradisional melalui implementasi QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard). Sebanyak ratusan pedagang menerima bantuan QRIS dari BSI, sebagai bentuk nyata aktivasi dan optimasi layanan keuangan digital guna mendukung perkembangan pasar tradisional.

Ketua Hipmi Surakarta, Wahyu Adi Wibowo, menyatakan bahwa kehadiran Hipmi dalam kegiatan ini merupakan wujud nyata peran pengusaha muda dalam membangun ekosistem ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

“Hipmi hadir bukan hanya sebagai pelaku usaha, tapi sebagai agen perubahan. Kolaborasi lintas bidang hari ini menunjukkan bahwa kami bekerja secara sinergis untuk memberikan solusi nyata. Dari perencanaan hingga eksekusi, dari digitalisasi hingga penguatan infrastruktur pasar, semua elemen kami libatkan. Ini adalah kekuatan Hipmi, gotong royong antarbidang untuk kemajuan ekonomi Solo,” ujarnya.

Topan Okta Setiawan, Koordinator Bidang Perindustrian dan Perdagangan Hipmi Surakarta, menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya sistematis untuk menjembatani pelaku ekonomi tradisional dengan ekosistem modern.

“Kami memahami bahwa pasar tradisional adalah jantung perekonomian rakyat. Melalui QRIS, kami ingin memastikan transaksi menjadi lebih cepat, aman, dan tercatat. Tapi lebih dari itu, kami ingin menunjukkan bahwa dengan kolaborasi antarbidang dan dukungan dari pemerintah serta sektor swasta, perubahan besar bisa dimulai dari hal-hal sederhana di lapak pedagang,” jelas Topan.

Dalam sambutannya, Wali Kota Surakarta, Respati, memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif Hipmi dan BSI. Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan komunitas pengusaha muda dalam mendorong kemajuan ekonomi lokal.

“Saya sangat mengapresiasi Hipmi yang terus aktif hadir di tengah masyarakat. Kegiatan seperti ini bukan sekadar seremonial, tapi membawa dampak nyata bagi pedagang. Digitalisasi transaksi lewat QRIS akan memudahkan pembayaran, mempercepat perputaran uang, dan membantu pedagang dalam pencatatan keuangan. Ini langkah konkret menuju pasar modern yang tetap menjaga kearifan lokal,” kata Mas Wali.

“Mas Wali Dolan Pasar” juga menjadi simbol kedekatan pemimpin dengan rakyat, sekaligus bentuk dorongan nyata dari Wali Kota Surakarta terhadap upaya modernisasi pasar tradisional.

Kehadiran Mas Wali tidak hanya memberi semangat, namun juga menegaskan komitmen pemerintah kota dalam mendukung program-program yang digagas oleh HIPMI Surakarta dan stakeholder terkait.

Bank Syariah Indonesia (BSI), melalui inisiatif CSR-nya, menyediakan QRIS bagi para pedagang secara gratis, lengkap dengan edukasi penggunaan dan manfaatnya. Ini merupakan bagian dari komitmen BSI dalam mendukung keuangan inklusif dan transformasi digital UMKM di Indonesia.

Ke depan, Hipmi Surakarta berencana melanjutkan program serupa ke pasar-pasar tradisional lainnya di Solo, dengan target digitalisasi ribuan pedagang dalam waktu satu tahun. Kolaborasi antara Hipmi, pemerintah, dan sektor swasta diharapkan menjadi model replikasi bagi kota-kota lain dalam membangun ekosistem pasar yang modern, efisien, dan berdaya saing.