SOLO, Metta NEWS – Membuka Musyawarah Daerah Asosiasi Industri Pariwisata (ASITA) Jawa Tengah 2022 di Solo, Wali Kota Solo Gibran Rakabuming mengungkapkan Solo butuh menambah 1 hotel bintang lima lagi.
Gibran melihat dengan kondisi Indonesia yang mulai pulih dari pandemi dan banyaknya event-event skala regional, nasional dan internasional di Solo, Solo kurang hotel bintang 5 sehingga perlu dibangun satu hotel lagi sekelas Alila Solo.
“Kalau saya lihat Solo sudah butuh hotel bintang 5 lagi. Karena memang okupansi hotel saya lihat sudah mulai penuh lagi,” tutur Gibran saat memberikan sambutan pada pembukaan Musda ASITA Jateng 2022 di Solo Paragon Hotel, Kamis (24/3/2022).
Apalagi dengan pelonggaran diperbolehkan mudik ini, menurut Gibran hotel di Solo sangat kurang.
“Saya kira sudah butuh hotel bintang 5 lagi sekelas Alila,” tandasnya di hadapan para tamu undangan.
Acara-acara kelas nasional hingga internasional yang akan berlangsung tahun ini menjadi alasan Gibran untuk segera menggaet investor untuk membangun hotel bintang 5 di Solo.
“Sudah ada yang mengajukan proposal untuk pembangunan hotel bintang 5 ini, dan sedang berproses, nanti sambil jalan. Kami sudah meeting 2 kali tinggal masalah tanahnya saja, tenang aja, bangunan baru nanti hotelnya,” ungkap Gibran.
Menurut Gibran keberadaan hotel di Solo saat ini tidak akan mampu menampung bila dibandingkan dengan event-event di kota ini yang terus mengalir.
“Solo juga sibuk terus, minggu depan kami mulai menerima tamu-tamu G20, setelah Lebaran langsung bersiap untuk event besar Asean Paragames dan ini kedua kalinya Solo menjadi tuan rumah Paragames dan pada akhir tahun nanti Solo juga menjadi tuan rumah Muktamar Muhammadiyah,” jabarnya.
Pada Muktamar Muhammadiyah tersebut, menurut Gibran hasil dari koordinasi antara Pemerintah Kota dengan panitia Muktamar diperkirakan akan ada jutaan tamu yang bertandang ke Solo.
“Muktamar Muhammadiyah itu tamu undangan oficial hanya 5 sampai 10 ribu, tapi tamu pendukungnya diperkirakan bisa 2 hingga 3 juta pendatang ke Solo. Tentu mereka semua memerlukan akomodasi dan yang paling penting adalah hotel yang memadai,” pungkasnya.








