Fraksi PDI Perjuangan Usulkan Renovasi Rumah Pahlawan Nasional Slamet Riyadi

oleh
oleh
Pintu belakang rumah Pahlawan Slamet Riyadi di Danusuman Solo | MettaNEWS / dok. F PDIP

SOLO, MettaNEWS – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Surakarta melalui Komisi III mengusulkan agar rumah masa kecil Pahlawan Nasional Brigjen Ignatius Slamet Riyadi di Kalurahan Danusuman, Solo, segera direnovasi.

Usulan ini disampaikan saat kunjungan langsung Ketua Fraksi PDI Perjuangan YF Sukasno bersama Sekretaris Fraksi Suharsono, SH., MH., pada Jumat (15/8/2025).

Turut hadir dalam kunjungan tersebut tokoh masyarakat Danusuman, Paulus Haryoto. Mereka disambut oleh Gunawan, kerabat dari keluarga besar Slamet Riyadi yang juga menjadi penjaga dan penghuni bagian timur rumah.

YF Sukasno menyampaikan salam dari Ketua DPC PDI Perjuangan Solo, FX Hadi Rudyatmo, yang menugaskan langsung untuk meninjau kondisi rumah.

Ketua Fraksi PDI Perjuangan YF Sukasno bersama Sekretaris Fraksi Suharsono, SH., MH., di depan papan penunjuk rumah Pahlawan Slamet Riyadi | MettaNEWS / dok Fraksi PDIP

Setelah berdialog sejenak, rombongan berkeliling meninjau fisik bangunan yang terlihat lapuk dan memprihatinkan.

“Ya… kondisinya sangat memprihatinkan. Terutama bila kita mengingat ini adalah rumah masa kecil Pahlawan Nasional Brigjen Slamet Riyadi,” Kasno kepada wartawan.

Bangunan yang terakhir direnovasi tahun 1937 itu memiliki plafon anyaman bambu yang rusak, atap yang bocor, serta dinding yang mulai rapuh.

Meski begitu, rumah masih digunakan untuk kegiatan warga, seperti Posyandu, berkat perawatan rutin dari Gunawan dan bantuan dari relawan seperti Kopassus Kandang Menjangan dan mahasiswa Unisri.

Suharsono sempat menanyakan apakah Pemkot Solo pernah berkunjung.

“Seingat saya, belum pernah,” jawab Gunawan.

Menanggapi hal tersebut, YF Sukasno menegaskan komitmen Fraksi PDI Perjuangan untuk memperjuangkan anggaran renovasi rumah tersebut.

Bahkan jika keluarga setuju, rumah ini bisa diubah menjadi museum atau Rumah Juang sebagai bentuk penghargaan atas jasa-jasa Slamet Riyadi.

“Rumah ini memiliki nilai sejarah tinggi. Beliau tinggal di sini sejak kecil bersama orang tuanya. Bahkan ada kisah dari warga Belanda yang datang, cucu dari musuhnya saat perang, yang ingin mengenang sosok Pak Slamet. Ini bukti penghargaan internasional juga terhadap beliau,” tegas Sukasno.