PMI Surakarta Gelar Latihan Gabungan KSR dan SIBAT, Perkuat Sinergi Relawan Tanggap Bencana

oleh
oleh

SOLO, MettaNEWS – Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Surakarta terus berkomitmen memperkuat kesiapsiagaan bencana dengan menyelenggarakan Latihan Gabungan KSR x SIBAT, Sabtu–Minggu (26–27 Juli 2025) di Lapangan Gantangan, Kampung Sewu. Kegiatan ini mengusung tema “Peningkatan Kapasitas dan Sinergitas KSR-SIBAT dalam Mitigasi Tanggap Darurat Bencana (MTDB)” dan diikuti 100 relawan dari berbagai wilayah Kota Solo.

Peserta terdiri dari 40 anggota Korps Sukarela (KSR) dan 60 anggota Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (SIBAT). Mereka mendapatkan pelatihan intensif selama dua hari yang dirancang untuk mengasah kemampuan teknis kebencanaan sekaligus mempererat jejaring dan komunikasi antarelemen relawan.

Pada hari pertama, peserta dibekali berbagai materi aplikatif seperti pembangunan tenda, manajemen posko, triage, asesmen cepat (rapid assessment), evakuasi transportasi, pengelolaan dapur umum, hingga penyegaran pertolongan pertama dan komunikasi lapangan. Semua materi diberikan oleh fasilitator berpengalaman dari PMI Kota Surakarta.

Hari kedua diisi dengan simulasi terpadu, mereplikasi situasi tanggap darurat secara menyeluruh. Simulasi ini menggabungkan semua elemen latihan dalam satu skenario besar, termasuk aktivasi posko, penyelamatan korban, pelayanan dapur umum, hingga evakuasi dan asesmen kondisi terdampak bencana.

Menurut Rosita Mahardika, perwakilan panitia pelaksana, latihan gabungan ini tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis, tetapi juga membentuk karakter dan mental relawan yang tangguh.

“Latihan ini bukan sekadar praktik, tetapi juga latihan empati, kekompakan, dan tanggung jawab sosial,” ujarnya.

Latihan gabungan ini menjadi bagian dari strategi PMI untuk memastikan kesiapsiagaan masyarakat kota dalam menghadapi potensi bencana yang kian meningkat, khususnya di kawasan urban seperti Surakarta.

PMI berharap kegiatan semacam ini bisa menjadi agenda rutin, sebagai media transfer knowledge dan penguatan peran strategis relawan KSR dan SIBAT sebagai garda terdepan dalam respons kemanusiaan di tingkat komunitas.