SOLO, MettaNEWS – Komitmen PT Kereta Api Indonesia (Persero) dalam mendukung program Net Zero Emission 2060 kembali dibuktikan lewat pemanfaatan energi terbarukan di lingkungan operasionalnya. Salah satu langkah konkret dilakukan oleh KAI Daop 6 Yogyakarta melalui pemasangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Stasiun Solo Balapan.
Penerapan panel surya ini tidak hanya sebagai bagian dari strategi pengurangan emisi karbon, tetapi juga terbukti memberikan efisiensi energi dan penghematan biaya operasional yang signifikan.
“Penerapan solar panel ini merupakan bentuk keseriusan KAI dalam menghadirkan operasional stasiun yang ramah lingkungan sekaligus efisien,” ungkap Feni Novida Saragih, Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Senin (29/7).
Feni menjelaskan bahwa instalasi solar panel di Stasiun Solo Balapan berhasil menekan konsumsi energi sebesar 11,66 persen, atau sekitar 41,75 MWh per tahun dari total konsumsi tahunan sebesar 358,02 MWh. Secara finansial, efisiensi ini mampu menghemat biaya operasional hingga Rp59 juta per tahun.
Lebih lanjut, Feni menyebut bahwa langkah ini sejalan dengan misi KAI dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di sektor transportasi publik.
“Stasiun Solo Balapan kini menjadi salah satu stasiun percontohan dalam penggunaan PLTS di lingkungan KAI,” ujarnya.
PLTS yang dipasang di stasiun ini mengadopsi sistem On-Grid, yaitu sistem panel surya yang terintegrasi langsung dengan jaringan listrik PLN. Dengan sistem ini, pasokan listrik dari panel surya dapat dimanfaatkan optimal tanpa mengganggu keandalan jaringan konvensional.
Tak hanya fokus pada aspek teknis, Feni juga menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari implementasi Environmental, Social, and Governance (ESG) di tubuh KAI.
“Dengan penerapan prinsip ESG, KAI terus berupaya membangun proses bisnis yang berkelanjutan demi pelayanan publik yang lebih baik,” pungkasnya.
KAI Daop 6 Yogyakarta berencana memperluas pemasangan solar panel ke stasiun lain yang belum menerapkan teknologi serupa. Langkah ini merupakan bagian dari transformasi perusahaan menuju operasional yang lebih hijau dan hemat energi, mendukung target pemerintah untuk Indonesia yang bebas emisi pada 2060.








