SOLO, MettaNEWS – Usai sukses menghadirkan pameran eksklusif bertajuk “Cerita Wastra” di tahun 2024. Ninik Dyahningrum Joesoef kembali mempersembahkan mahakarya seni yang mengusung semangat harmoni dan keselarasan dalam ekspresi budaya Nusantara bertajuk LARAS Art Space.
Masih dengan lokasi yang sama, di Lifestyle Area Alila Solo Hotel, LARAS Art Space memanjakan mata siapa saja yang hadir hari ini. Di hari peresmiannya pada Selasa (15/7/2025).
Peresmian karya apik dari Ninik Dyahningrum dan Edijanto Joesoef ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, salah satunya Wali Kota Solo Respati Ardi. Para seniman, akademisi, dan publik pecinta seni pun hadir membanjiri lokasi LARAS Art Space dan menjadi saksi akan indahnya mahakarya ini.
LARAS Art Space adalah ruang seni yang tumbuh dari semangat harmoni dan keselarasan, merayakan kekayaan budaya Nusantara dalam bentuk yang hidup, relevan, dan penuh jiwa. Di sini, karya seni tak hanya dipamerkan, tetapi dirayakan, dipahami dan dihidupi.
Sebuah peluncuran pameran perdana bertajuk “Nila Lokatantra” menjadi penanda peresmian LARAS Art Space. Karya batik pewarna alami dari berbagai daerah di Indonesia yang telah dikurasi oleh Asti Soeryo Astuti itu menambah harmoni keindahan dari seni itu sendiri.
Pameran ini mampu menyuguhkan perspektif baru terhadap batik sebagai artefak ekologis sekaligus seni kontemporer.

Pemilik LARAS Art Space, Ninik Dyahningrum, dalam sambutannya mengungkapkan bahwa kehadiran LARAS berangkat dari kecintaan pribadinya terhadap batik, terutama batik lukis.
“Saya percaya setiap ruang seni punya cerita. Cerita LARAS dimulai dari keinginan sederhana: menciptakan ruang tempat bertemunya karya, dialog, dan semangat lintas generasi. Harapannya, LARAS bukan hanya tempat pameran semata, tapi juga tempat tumbuhnya dialog kreatif antardisiplin ilmu dan generasi,” ucap Ninik.
Ia juga menambahkan bahwa “Nila Lokatantra” dipilih sebagai tema perdana karena menggambarkan hubungan antara manusia, alam, dan nilai-nilai kebijaksanaan lokal yang diwariskan dalam batik pewarna alam.
Sementara itu, Edijanto Joesoef menyampaikan bahwa LARAS adalah mimpi bersama yang diwujudkan sebagai kontribusi nyata dalam pelestarian budaya Indonesia, khususnya di Solo.
“Kami menyajikan LARAS Art Space sebagai ruang terbuka yang bisa digunakan siapa saja untuk berdiskusi, berpameran, hingga berkolaborasi lintas budaya. Semoga ini menjadi pemicu munculnya lebih banyak kegiatan seni ke depannya,” ungkap pemilik Alila Solo Hotel tersebut.
Pameran “Nila Lokatantra” menampilkan karya dari sepuluh artisan batik ternama dari Jawa Tengah, Yogyakarta, hingga Jawa Timur. Salah satunya adalah R.Ay.T. Niniek Partaningrat dari Batik Kanjengan Solo, serta Zahir Widadi, seniman batik sekaligus dosen dari Pekalongan. Tak ketinggalan, mural berskala besar karya Yulianto dari ISI Surakarta juga menjadi sorotan dalam pembukaan pameran.
Wali Kota Solo, Respati Ardi menyampaikan apresiasinya atas inisiatif swasta seperti ini yang turut memperkaya ekosistem budaya di Solo.
“Saya ucapkan terima kasih dan apresiasi kepada para pelaku seni dan pihak swasta yang berani menghadirkan ruang seni seperti ini. Ini bukan hanya mempercantik wajah kota, tapi juga memperkuat identitas Solo sebagai kota budaya. Pemkot Solo siap mendukung semua komunitas yang ingin menyelenggarakan kegiatan seni,” tegasnya.
Pameran “Nila Lokatantra” terbuka untuk umum mulai 15 Juli hingga 15 Agustus 2025. LARAS Art Space diharapkan menjadi jembatan antara tradisi dan inovasi, antara ingatan kolektif dan penciptaan baru serta menjadi rumah bagi keberlanjutan karya seni dan budaya Nusantara.









