JEPARA, MettaNEWS – PT Solusi Bangun Indonesia Tbk melalui divisi pengelolaan limbah ramah lingkungan Nathabumi bekerja sama dengan Yayasan Got Bag Indonesia menggelar aksi Beach Clean-Up di Pantai Teluk Awur, Kecamatan Tahunan, Jepara, pada Rabu (2/7/2025). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendorong ekonomi sirkular dan pengurangan emisi karbon melalui pengelolaan sampah plastik menjadi bahan bakar alternatif.
Aksi bersih-bersih pantai tersebut dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, termasuk Kepala Bidang Pengolahan Persampahan Lingkungan Hidup Kabupaten Jepara, Anisah Salmah, Head of AFR PT Solusi Bangun Indonesia Tbk, Budi Yuliadi Nugraha, serta Direktur Yayasan Got Bag Indonesia, Billy Adrianto.
Dalam keterangannya, Budi Yuliadi Nugraha menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah baru untuk memperluas dampak positif perusahaan terhadap lingkungan.
“Setelah memelopori teknologi RDF pertama di Indonesia, kini kami bermitra dengan Got Bag Indonesia untuk memberikan ‘kehidupan kedua’ bagi plastik laut, terutama sampah bernilai rendah yang tidak bisa didaur ulang,” ungkapnya.
Sampah plastik yang dikumpulkan selama kegiatan ini nantinya akan dikirim ke fasilitas pengolahan limbah di pabrik Solusi Bangun Indonesia di Tuban, Jawa Timur, untuk diolah menjadi Refuse-Derived Fuel (RDF), substitusi bahan bakar fosil dalam produksi semen. Inovasi ini merupakan bagian dari lini bisnis Nathabumi dalam mendukung produksi semen rendah karbon bermerek Semen Andalas dan Dynamix.
Menurut data Sustainable Waste Indonesia, konsumsi plastik nasional telah mencapai 26,5 kg per kapita per tahun hingga 2024, dengan 19% dari 5,54 juta ton sampah plastik masih belum terkelola dan berpotensi mencemari laut. Teknologi RDF dan pendekatan Waste-to-Energy menjadi solusi konkret untuk mengatasi persoalan tersebut.
Kepala Bidang Pengolahan Persampahan LH Kabupaten Jepara, Anisah Salmah, mengapresiasi kegiatan ini sebagai bentuk nyata kolaborasi lintas sektor.
“Inisiatif ini semoga bisa menginspirasi daerah lain dalam menangani sampah pesisir dan memperkuat kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan,” kata Anisah.
Sementara itu, Direktur Yayasan Got Bag Indonesia, Billy Adrianto, menekankan bahwa kegiatan ini bukan sekadar bersih-bersih, tapi juga bagian dari edukasi dan perubahan pola pikir.
“Dengan misi Turning Trash into Purpose, kami bekerja bersama komunitas pesisir dan nelayan lokal untuk memanfaatkan kembali sampah plastik laut menjadi sesuatu yang bernilai,” ujarnya.
Kegiatan Beach Clean-Up ini juga melibatkan puluhan sukarelawan dari masyarakat lokal dan komunitas lingkungan yang bersama-sama membersihkan pantai dan memilah sampah untuk didata dan diproses lebih lanjut.
Kolaborasi ini diharapkan menjadi model kemitraan antara industri dan komunitas dalam mengatasi krisis sampah plastik sekaligus mendorong transisi menuju energi yang lebih bersih dan berkelanjutan.








