SOLO, MettaNEWS – Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Surakarta, Ferry S. Indrianto, menegaskan pentingnya reorientasi sumber daya dalam menghadapi era disrupsi saat ini. Hal itu disampaikan dalam Rapat Pimpinan (Rapim) Kota ke-3 Kadin Surakarta yang digelar hari ini, Selasa (25/2/2025) di Pedan Ballroom Sahid Jaya Hotel Solo.
Dalam rapat tersebut, Ferry menyoroti kebijakan-kebijakan baru, termasuk Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2024. Menurut Ferry harus dipahami secara mendalam. Ia menegaskan bahwa kebijakan tersebut bukan untuk meniadakan program, melainkan sebagai strategi pemerintah pusat untuk mengintervensi pertumbuhan ekonomi secara lebih fokus.
“Kami sepakat dengan Ibu Wakil Wali Kota dan Pak Wali Kota bahwa reorientasi sangat penting. Program ke depan harus berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, dan saya mendorong agar momentum ekonomi di Kota Solo ini berimplikasi langsung terhadap pertumbuhan ekonomi dengan memanfaatkan sumber daya lokal,” ujar Ferry.
Salah satu langkah konkret yang dibahas dalam rapat ini adalah perluasan cakupan Solo Great Sale (SGS) menjadi Solo Raya Great Sale. Program ini sejalan dengan kebijakan Gubernur Jawa Tengah yang ingin mengimplementasikan konsep aglomerasi ekonomi di tahun ini. Ferry menyatakan bahwa program ini akan diperkuat dan diselenggarakan pada tahun inilķ
“Ada teknologi digitalisasi yang akan kita mÌanfaatkan, seperti Aglonesia dan Aglocoin, agar ekonomi semakin efektif dan efisien. Dengan digitalisasi, dampak disrupsi bisa kita kendalikan lebih baik,” tambahnya.
Aglonesia, yang kini telah terintegrasi dengan Meta AI melalui WhatsApp, memungkinkan UMKM dan wisatawan untuk bertransaksi lebih mudah selama SGS berlangsung. Sistem ini juga memungkinkan pelanggan untuk mengumpulkan koin yang bisa ditukarkan dengan barang dan dikirim ke pelanggan.








