Cetak Bibit Atlet, Wong Solo Group Salurkan Dana Pembinaan untuk SSB Club Legend Arseto Solo

oleh
oleh

SOLO, MettaNEWS – Mencetak bibit-bibit atlet sepak bola, SSB Arseto Solo terus berbenah dan mengembangkan sistem pembinaannya. Klub sepak bola yang baru menginjak usia tiga tahun ini mendapat dukungan penuh dari Wong Solo Group melalui unit usahanya, Kalipepe Land, yang turut memberikan dana pembinaan.

Manajer SSB Arseto Solo, Aryo Putranto, menyampaikan bahwa klub yang masih tergolong baru ini terus berupaya memberikan pelatihan terbaik bagi anak-anak didiknya.

“Kami masih dalam tahap pengembangan, ada sekitar 100 anak didik dari berbagai kelompok usia, mulai dari kelahiran 2011 hingga 2017. Untuk menambah jam terbang mereka, kami mengadakan pertandingan dan festival sepak bola,” ujar Aryo.

Pada Sabtu, 15 Februari 2025, SSB Arseto Solo menggelar Festival Sepak Bola Anak di Lapangan Kadipolo, Solo. Turnamen ini diikuti oleh 14 tim dari berbagai daerah di Soloraya, termasuk Sukoharjo, Klaten, Wonogiri, Boyolali, dan beberapa SSB lainnya dari Solo.

Ketua panitia festival, Lilik Setyawan, menjelaskan bahwa pertandingan ini menggunakan sistem setengah kompetisi, dengan pembagian grup A dan B hingga babak semifinal dan final.

“Selain ajang silaturahmi, ini juga menjadi kesempatan bagi anak-anak untuk meningkatkan mental bertanding mereka. Jadi, tidak hanya berlatih teknik, tapi juga membiasakan diri bermain dalam pertandingan yang sesungguhnya,” tutur Lilik.

Meskipun masih dalam tahap pembinaan, beberapa kelompok umur SSB Arseto Solo telah mengikuti berbagai turnamen di Solo Raya hingga DIY, Jepara, Magelang, dan Pati.

Aryo menegaskan bahwa pembinaan bagi anak-anak usia dini lebih difokuskan pada kebahagiaan bermain sambil mengasah keterampilan teknik dasar, sebelum nantinya diarahkan ke latihan fisik yang lebih intensif.

“Kami ingin anak-anak menikmati permainan dulu. Jika mereka sudah berkembang, baru kita tingkatkan ke level fisik yang lebih serius,” tambahnya.

Dukungan dari Wong Solo Group, terutama melalui Kalipepe Land, sangat membantu dalam pengembangan klub ini. Lilik berharap kerja sama ini bisa terus berlanjut dan semakin kuat di masa mendatang.

“Kami ingin membawa kembali nama besar Arseto di dunia sepak bola. Harapan kami, anak-anak ini nantinya bisa masuk ke kompetisi liga dan membawa prestasi bagi Solo,” kata Lilik.

Arseto Solo mencapai puncak kejayaannya pada tahun 1992 saat menjuarai Galatama dan berpartisipasi di Piala Winners Asia 1993. Setelah Galatama dilebur ke dalam Liga Indonesia pada 1994, Arseto Solo akhirnya bubar pada 1998. Kini, nama Arseto kembali bangkit melalui SSB yang bertujuan untuk melatih dan membina talenta muda sepak bola di Kota Solo.

“Dengan adanya dukungan dari berbagai pihak, termasuk Wong Solo Group, SSB Arseto Solo berharap dapat terus berkembang dan mencetak atlet-atlet berbakat yang dapat mengharumkan nama Kota Solo dan Indonesia di kancah nasional maupun internasional,” pungkas Lilik.