SOLO, MettaNEWS – Dalam upaya mengatasi penyebaran nyamuk aedes aegypti, Tim Fogging Katresnan PDIP Surakarta melakukan fogging Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kelurahan Joyosuran, Jumat (11/03/2022). Lokasi fogging menyasar perumahan warga di RT 01 dan RT 03 Kelurahan Joyosuran, Kecamatan Pasar Kliwon. Berawal dari adanya warga yang terjangkit DBD, Ketua RT Joyosuran berinisiatif mengajukan permohonan fogging diwilayahnya.
Surono, Koordinator Lapangan Tim Fogging Katresnan PDIP Surakarta menuturkan pihaknya akan lakukan antisipasi penyebaran nyamuk penyebab DBD di Joyosuran. Pertama kalinya dilakasanakan fogging di RW 12, Surono menyebut untuk wilayah lain yang berada di Kelurahan Joyosuran sudah dilakukan pengasapan lebih dari satu kali.
“Untuk RW 12 ini baru pertama kali dilakukan pengasapan DBD karena ada laporan terkonfirmasi. Namun di wilayah lain kita sudah beberapa RT RW di Joyosuran. Jadi kalau untuk RW 12 itu ada 4 RT, namun baru RT 01 dan 03 yang mengajukan permohonan,” ucap Surono saat ditemui di RT 03 RW 12, Kelurahan Joyosuran, Jumat (11/03/2022).
Surono menegaskan, fogging bukanlah satu-satunya solusi untuk mencegah penyebaran DBD. Ia menyebut sangatlah penting melakukan pemberantasan sarang nyamuk dan pengoptimalan Kader Juru pemantau jentik (Jumantik) . Pihaknya menyebut fogging merupakan alternatif terakhir untuk memberikan rasa nyaman kepada masyarakat dari penyebaran virus DBD.
Ia mengungkapkan kegiatan Fogging Katresnan akan dilakukan secara rutin selama ada permintaan dari masyarakat. Surono menyebut Fogging Katresnan akan selalu hadir untuk masyarakat dengan memberikan pelayanan secara gratis. Kegiatan yang hanya menyasar dua RT tersebut dilakukan sebanyak 6 anggota.
Pengajuan permohonan fogging DBD di Fogging Katresnan cukup mudah, Surono menjelaskan masyarakat hanya mengirimkan foto tempat yang ingin difogging beserta pengajuan permohonan. Surono menyebut titik utama sasaran fogging yaitu wilayah yang terkonfirmasi adanya DBD.
“Terutama yang sudah ada korban terkonfirmasi dan sekitarnya,” tambahnya.
Sementara itu, Surono menjaskan, dua hari sebelum dilakukan pengasapan dilakukan sosialisasi kepada masyarakat.
“Kita selalu menekankan kepada RT untuk sosialisasi. Karena cairan DBD ini beda obatnya dengan Covid. Kalau yang Covid itu food grade, tapi kalau yang ini harus ditutup untuk makanan dan minuman. Sedikit keras melebihi dari Covid, tapi sudah BPOM, jadi aman karena campurannya liquid bukan solar,” tandasnya.
Melalui kegiatan tersebut, pihaknya berharap kedepannya tidak ada penyebaran nyamuk DBD di Kota Surakarta.
Sementara itu, Ketua RT Joyosuran, Elvian mengungkapkan warga mengapresiasi kegiatan Fogging Katresnan. Elvian menuturkan selain antisipasi tersebut, masyarakat melakukan upaya menjaga kebersihan dengan kegiatan kerja bakti setiap dua bulan sekali. Ia berharap di Kelurahan Joyosuran tidak terjadi lagi warga yang terjangkit DBD. Pihaknya juga berharap Fogging Katresnan dapat diselenggarakan kembali.








