SOLO, MettaNEWS – Wakil Presiden (Wapres) Indonesia Gibran Rakabuming Raka meninjau GOR Indoor Manahan dan Kolam Renang Tirtomoyo, Sabtu (2/11).
Dalam kunjungan itu, Gibran meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Solo mengalihkan sisa dana hibah Uni Emirate Arab (UEA) dari sejumlah proyek untuk menyelesaikan pembangunan dua proyek tersebut.
Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Solo Rini Kusumandari setelah mendampingi Gibran saat meninjau dua proyek itu.
Menurutnya, Gibran meminta agar Pemkot Solo mempercepat proses pengadaan barang impor seperti kursi tribun (vip dan reguler), lantai fop herculant mf 7+2, ring basket, sport vinyl volleyball, afn volleyball mobile post, afn volleyball referee stand, videotron dan scoring system, display and live video system, audio system, pekerjaan lampu arena, pekerjaan lift, dan pekerjaan ac.
“Mas wapres harapannya segera di-push untuk segera barangnya di sini. Karena peralatan olahraga belum sampai di sini,” ujar Rini sat diwawancarai.
Kadispora menjelaskan, hingga saat ini total anggaran yang telah digunakan untuk pembangunan GOR Indor Manahan mencapai Rp. 61,5 miliar jika dihitung dari tahun awal pembangunan yakni pada tahun 2018 hingga tahun 2024.
Namun demikian, Rini menyebut anggaran tersebut masih belum mencakup untuk kekurangan untuk instalasi AC dan landscape luar.
“Dari 2018 tapi berhenti di 2023 ada lima tahun ini tahun ke-6. Rp. 61,5 mikiar dari awal. Tahun 2024 ini 47,3 miliar. Tapi masih ada kekurangan instalasi AC 2 titik dan jalan di luar untuk penataan landscape di luar,” jelas dia.
Untuk menutup kekurangan itu, Rini menyebut bahwa Wapres telah menginstruksikan kepada Sekretaris Daerah (Sekda) untuk menggunakan sisa anggaran UEA yang belum diserap hingga bulan Desember 2024.
“Tadi sudah dawuh (memerintahkan) ke Pak Sekda untuk dicarikan dari sisa anggaran UEA yang belum terpakai,” kata dia.
Pihak Dispora memprediksi GOR Indoor Manahan bisa digunakan pada bulan Januari 2025.
“Target Desember selesai difungsikan tapi lingkungan nya belum selesai kan begitu tetapi karena ada satu barang impor yang kemungkinan ada mundur waktunya jadi mungkin Januari baru bisa difungsikan secara maksimal,” kata dia.
Sementara untuk Kolam Renang Tirtomoyo, progres pembangunan saat ini baru menyentuh angka 7 persen untuk penggantian keramik dan pompa dengan total anggaran mencapai Rp. 2,4 miliar.
. Untuk perbaikan tribun dan sarpras lain seperti kolam loncat indah dan menara loncat indah, pihak Dispora masih menunggu tambahan anggaran.
“Anggaran pakai kalau ada sisa dari UEA bisa digunakan di sini. Target pembukaan? Tunggu semua selesai, tadi arahan dari mas Wapres gitu,” tutup dia.








