Solo, MettaNEWS – Aksi unjuk rasa yang dilakukan pedagang-pedagang Pusat Grosir Solo (PGS) pada Rabu (09/3/2022) di depan lobby pintu masuk PGS, menghasilkan jalan terang setelah melakukan audiensi dengan Pemerintah Kota Solo yang berjumlah 15 orang perwakilan pedagang.
Kepala Dinas Perdagangan Heru Sunardi menjelaskan pihak dinas telah menjanjikan akan menjembatani dan menfasilitasi pertemuan antara perwakilan Pedagang PGS dan jajaran management PGS.
“Karena PGS itu murni swasta jadi tugas kami dari dinas hanya menjembatani dan menfasilitasi pertemuan yang rencananya akan di adakan hari Selasa (15/3/2022), dan tempatnya di Pemkot Surakarta,” ujarnya usai berdialog dengan pedagang di Balai Kota.
Para pedagang mengeluhkan kenaikan ongkos pelayanan atau service charge dari Rp 57 ribu menjadi Rp 80 ribu permeter. Ongkos pelayanan ini diluar dari biaya sewa, yang digunakan untuk keamanan dan perawatan gedung.
“Untuk satuannya itu permeter, jadi bisa dihitung jika mereka memiliki 9 meter berarti tinggal dikali dengan ongkosnya, para pedagang merasa khawatir jika mereka tidak bisa membayar, toko mereka akan disegel,” jelasnya.
Pihak pemerintah juga optimistis dengan diadakannya pertemuan ini akan menemukan titik terang diantara pedagang dan managemen PGS.








