SOLO, MettaNEWS – Calon Wali Kota Solo, Respati Ardi bersilaturahmi dan sarasehan di halaman rumah warga di Kampung Joyosuran RW 05, Pasar Kliwon, Solo Jumat (27/9/2024).
Silaturahmi dan sarasehan yang digelar singkat tersebut, dimanfaatkan warga untuk menyampaikan masukan dan saran. Serta sejumlah permasalahan yang ada di lingkungan Kampung Joyosuran.
Seorang Lansia yang sudah lebih dari 20 tahun menjadi kader Posyandu bernama Nanik Nur’ani (63) menyampaikan usulan kepada Respati. Jika nanti menjadi Wali Kota Solo periode 2025-2030 untuk memperhatikan kesejateraan para kader Posyandu. Serta dapat memberikan fasilitas penunjang administrasi dalam pengelolaan Posyandu.
“Tiap bulan harus kirim laporan dalam bentuk file, jadi harus punya laptop. Pakai HP juga bisa tapi kan font kecil-kecil, kalau pakai laptop kan lebih jelas,” kata Nanik Nur’ani di sela-sela mengikut sarasehan.
Sedangkan Linda (57) seorang pelaku UMKM menceritakan semenjak Gibran Rakabuming menjadi Wali Kota Solo, sering digelar berbagai pelatihan dan pendampingan dalam pengelolaan usaha kecil.
“Kita ada pendampingan, banyak sekali pelatihan, dari teman-teman yang kemarin belum sempat maju, sehingga sekarang sudah maju. Teman-teman kami juga ada yang di Galabo, Ngarsopuro dan lain-lain,” kata Linda.
Mendapat sejumlah saran, masukan dan ide-ide dari warga Joyosuran, Respati mengucapkan terima kasih dan mencatatnya. Respati juga meminta kepada warga untuk diingatkan jika nanti dia menjadi Wali Kota Solo mendatang.
“Terima kasih bapak-bapak, ibu-ibu, masukan dan saran-sarannya. Dan mohon berkenan nanti mengingatkan saya. Karena sebagai manusia, tentu saya banyak salahnya. Jadi mohon diingatkan terus, nggih maturnuwun,” kata Respati menutup silaturahmi dan sarasehan.
Setelah berpamitan dengan warga Joyosuran, Respati yang didampingi oleh Relawan Bolone Mase tersebut berjalan menyusuri kampung menuju mobil yang sudah standby di pinggir jalan besar.
Saat akan menuju mobilnya, Respati melihat di seberang ada penjual jenang (bubur) lemu yang terlihat masih sepi pembeli. Kemudian Respati mengajak Relawan Bolone Mase untuk makan bersama di sana.
Setelah menerima sepincuk jenang lemu dari penjual, kepada para Relawan Bolone Mase, Respati mengatakan bahwa jenang lemu Mbah Mur ini merupakan jenang lemu ‘legend’ di Solo.
“Ini jenang lemu legend di Kota Solo, Bubur Jenang Mbah Mur Gading,” kata Respati sambil menunjukkan sepincuk jenang lemu dengan sayur sambil goreng krecek.
Ratiyem, penjual jenang lemu merupakan penerus generasi ketiga, merasa senang, karena warungnya sedang sepi, tiba-tiba ramai kkedatangan Respati dan rombongannya.
“Saya senang banget, berkah, nggak disangka-sangka, sebab tadi sepi banget, kok tiba-tiba ini banyak orang, ternyata ini yang mborong calon Wali Kota Solo,” kata Ratiyem tersenyum penuh kebahagian.








