KLATEN, MettaNEWS – Desa Wisata Wayang di Kampung Butuh, Desa Sidowarno, Kecamatan Wonosari, Klaten mendapat anugerah sebagai salah satu Kampung Berseri Astra karena potensinya menjaga dan mengembangkan seni budaya serta sumber daya manusia.
Di desa ini wayang tidak hanya sekadar benda seni tetapi merupakan symbol jembatan peradaban yang tanggung melintasi antar generasi.
Potensi Desa Wisata Sidowarno telah teruji dengan berbagai prestasi. Dengan kelompok usaha bersama (KUBE) yang berdiri sejak tahun 2009 dengan 20 KUBE.
Koordinator Lapangan sekaligus pionir Desa Wisata Wayang, Sunardi atau yang akrab dikenal dengan nama Baron Wayang menyampaikan berbagai potensi budaya di Desa Wisata Wayang Sidowarno ini.
Dengan pemandangan perumahan desa yang asri, wisatawan akan diajak berjalan-jalan menikmati serangkaian aktivitas menarik untuk semua usia. Mulai dari anak-anak, remaja, orang tua atau keluarga sangat tepat untuk berwisata di sini. Dengan beraktivitas sambil wisata budaya di Desa Wisata Sidowarno akan menambah keakraban.
Baron Wayang menuturkan, Desa Wisata Sidowarno mempunyai berbagai paket wisata yang bisa dipilih oleh wisatawan sesuai dengan tujuannya.
“Dari anak-anak sekolah, remaja, keluarga, wisatawan asing banyak yang sudah menikmati serunya berwisata di desa ini,” ujar Pak Baron.
Paket liburan Desa Wisata Sidowarno yang berada di bawah naungan Kampung Berseri Astra ini sangat menarik. Mulai dari melihat proses pembuatan wayang kulit yang otentik dari kulit kerbau atau sapi, dilanjutkan dengan minum jamu asli buatan warga setempat, merasakan serunya memanah sasaran menggunakan alat panah dan melihat serta praktek memasang payet yang menjadi langganan keluarga Presiden Joko Widodo.
Baron mengungkapkan, paket wisata di Desa Wisata Wayang Sidowarno sangat terjangkau. Bahkan mulai Rp40.000,- per anak sudah bisa mendapat pengalaman menarik dan edukatif.
“Kalau untuk kelompok anak-anak sekolah mulai Rp40.000,- minimal 10 anak. Anak-anak bisa belajar dengan riang dan mendapat pengalaman seru,” tuturnya.

Seperti pengalaman para awak media dan pegiat media sosial yang diboyong Astra International, Kamis (15/8/2024) untuk merasakan langsung pengalaman di desa Penerima Apresiasi Satu Indonesia Awards yang diinisiasi Astra International di Omah Wayang Wonosari Klaten.
Sejak tahun 2021, berbagai prestasi telah diraih. Mulai dari Juara 1 kompetisi Kampung Berseri Astra (KBA) Superior, mengalahkan 1100 peserta lain.
Disusul Juara 2 lomba Kampungku Kebanggaanku yang digelar Astra, Juara Harapan 1 lomba Virtual Exhibition, dan Juara 1 lomba KBA Inovasi. Hingga dalam perjalanannya Tahun 2022, Desa Wisata Wayang mendapat Anugerah Desa Wisata dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI. Juga maju dalam kompetisi Jateng Gayeng yang digelar Pemprov Jawa Tengah.
Merasakan langsung wisata inspiratif Desa Wisata Sidowarno memang pantas menyandang gelar juara dalam berbagai kompetisi.
Wisatawan bisa melihat sekaligus mencoba sendiri cara membuat wayang. Mulai memotong bahan kulit wayang, menatah wayang, meggambar dan mewarnai wayang.
Kerajinan wayang di Desa Sidowarno diawali oleh Mbak Kasimo sejak tahun 1950-an ini sudah terkenal hingga ke manca negara. Untuk satu set wayang kulit mulai Rp150.000.000 hingga Rp250.000.000 yang berisi 170 lakon wayang. Sedangkan untuk wayang yang ada taburan emas murni bisa mencapai Rp 1 miliar untuk satu set wayang.
“Keberhasilan desa kami hingga dinobatkan oleh Pak Menteri Pariwisata Sandiaga Uno menjadi Desa Wisata tidak lepas dari bimbingan Astra International,” ujar Baron Wayang.
Tidak berhenti hanya kerajinan wayang, wisatawan bisa melanjutkan perjalanan dengan menikmati jamu tradisional buatan warga setempat. Berbagai ramuan jamu seperti beras kencur, kunyit asem, cabe puyang, jamu-jamu paitan masuk dalam paket wisata yang bisa dinikmati secara gratis.
Usai minum jamu, perjalanan wisatawan akan semakin seru dengan melihat perajin sedang mengerjakan menatah dan mewarnai wayang kulit.
Tidak sekadar melihat namun wisatawan boleh mencoba untuk ikut menatah wayang. Juga disediakan kulit wayang yang bisa dijadikan bahan coba wisatawan.

Tidak hanya wayang ternyata Desa Sidowarno juga menjadi salah satu penghasil kerajinan payet yang menjadi langganan keluarga besar Presiden Joko Widodo. Pengrajin Busana Pengantin Mardi Fayet menjadi jujugan keluarga Presiden Jokowi. Mulai dari pernikahan Gibran Rakabuming dengan Selvi Ananda, Kahiyang Ayu dan Boby Nasution, Idayati dan Anwar Usman dan sepupu Gibran yang baru saja menikah, Tio dan Olla.
Setelah belajar memasang payet pada kain uji, wisatawan bisa melanjutkan perjalanan menuju tempat belajar memanah atau jemparingan.
Ada beberapa pemandu yang akan mengarahkan dan membantu wistawan untuk memanah papan sasaran.
Tidak wisata budaya dan edukasi, Desa Sidowarno juga mempunyai beberapa homestay milik warga lokal.
Baron wayang menambahkan program dari Astra Grup sangat membantu pengembangan daerah Sidowarno menjadi Desa Wisata di Klaten.
“Bimbingan Kampung Berseri Astra meliputi 4 pilar, yakni kesehatan bekerja sama dengan Posyandu, pendidikan dengan mengedukasi anak-anak, wirausaha dengan kolaborasi sesama perajin, dan peduli lingkungan, ” pungkas Baron Wayang.










