Jangan Buang Air Cucian Beras, Bisa Bermanfaat Jadi Pupuk Organik Cair, Ini Caranya

oleh
oleh

KLATEN, METTANEWS – Klaten terkenal akan produksi beras. Desa Kahuman merupakan salah satu desa yang terletak di Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten. Desa Kahuman memiliki mata pencaharian utama yaitu berupa petani yang ditunjukkan dengan adanya berhektar-hektar sawah yang terdapat di desa tersebut. Beras merupakan salah satu produk yang dihasilkan oleh Desa Kahuman dimana beras unggulnya berupa beras Rojo Lele Srinuk. Dengan salah satu produk unggul Desa Kahuman berupa beras, maka makanan pokok di desa tersebut tidak luput dari nasi putih.

Pembuatan nasi putih bermula dengan mencuci beras kemudian menanak hingga menjadi nasi putih. Banyak warga di Desa Kahuman yang membuang saja air bekas cucian beras namun, air cucian beras sendiri memiliki kandungan vitamin B1, B3, B6, Mangan, Zat Besi dan lain-lain. Oleh karena itu, Mahasiswa KKN Universitas Diponegoro Tim II Tahun 2023/2024 membuat program yaitu “Pengolahan Air Cucian Beras menjadi Pupuk Organik Cair dengan Bantuan Effective Microorganisms 4 (EM4)”.

Mahasiswa Fakultas Sains dan Matematika Program Studi Bioteknologi salah satu Tim II KKN Universitas Diponegoro tahun 2023/2024 Airel Rafif Rajendra menjelaskan Effective Microorganisms 4 (EM4) merupakan cairan berwarna kecoklatan yang memiliki kultur campuran mikroba.

Effective Microorganisms ini terdiri dari Lactobacillus sp., mikroba dekomposer, bakteri asam laktat, bakteri fotosintetik, Streptomyces, jamur pengurai selulosa dan bakteri pelarut fosfat. Mikroba-mikroba tersebut membantu dalam pertumbuhan tanaman terutama pada penguraian dan penyerapan nutrisi. Kultur campuran yang berada di EM4 tersebut akan melakukan proses fermentasi. Yang dapat meningkatkan nutrisi yang terdapat di air cucian beras tersebut,” jelasnya.

Kegiatan dimulai dengan sosialisasi terlebih dahulu kepada Kelompok Wanita Tani (KWT) Desa Kahuman dengan menjelaskan manfaat penggunaan pupuk cair organik tersebut. Setelah dilakukan sosialisasi, dilakukan demonstrasi pembuatan pupuk cair organik.

Pembuatan pupuk cair organik dimulai dengan membuat cairan gula jawa dengan cara mendidihkan gula jawa dengan air. Kemudian, cairan gula jawa didinginkan selama 15 menit lalu dituangkan sebanyak 15 ml kedalam 1 L air cucian beras. Setelah itu, dituangkan sebanyak 5 ml EM4 dan botol ditutup rapat. Pupuk didiamkan pada tempat yang terhindar dari sinar matahari selama 2 minggu agar proses fermentasi dapat berlangsung. Pupuk organik sudah jadi apabila saat dibuka tutup botol terdengar suara desisan seperti saat membuka minuman berkarbonasi. Penggunaan pupuk sendiri yaitu secukupnya saja dan disiram sekali dalam seminggu.

“Kami berharap dari program ini, para petani terutama dari Kelompok Wanita Tani (KWT) dapat mendapatkan masukan mengenai manfaat dari air cucian beras. Serta mampu mengolah air cucian beras menjadi suatu produk yang dapat bermanfaat bagi tanaman,” ujar Airel Rafif.