Solo Kurasi Produk Unggulan UMKM Jadi Souvenir Event G20

oleh
oleh
produk UMKM
Kurasi, Onboarding dan Showcase UMKM Solo Raya | dok Humas Pemkot Solo

SOLO, Metta NEWS – UMKM Kota Solo semakin naik kelas, hal tersebut disampaikan Wali Kota Solo Gibran Rakabuming saat diwawancarai wartawan usai menghadiri kegiatan Kurasi, Onboarding dan Showcase UMKM Solo Raya, Rabu (2/3/2022) di Pradipa Ballroom Hotel Swiss Bell Solo.

“Kita akomodir karya – karya dari para teman – teman UMKM misalnya untuk souvenir G20, Paragames dan event – event skala besar lainnya. Sesuai instruksi pusat untuk menggandeng produk – produk UMKM dikolaborasikan dengan perhelatan akbar. Sehingga produk  UMKM bisa dijadikan unggulan dan souvenir untuk event – event internasional,” terang Gibran.

Gibran memaparkan saat ini Solo tengah melakukan kurasi untuk beberapa karya UMKM yang akan ditampilkan di Working Group G20. 

“Beberapa produk UMKM Kota Solo sedang dikurasi oleh Pemerintah Kota diantaranya batik, jam tangan kayu dan segera akan difinalisasi penyeleksiannya, menjelang akhir Maret 2022, karena working group G20 akan segera dimulai.

Wali Kota berharap, produk UMKM yang dijadikan souvenir event internasional, diperhatikan kualitas, kemasan serta keunikan produknya. Hal tersebut akan membawa impact yang besar untuk branding dan promosi Kota Solo.

Produk – produk yang ditampilkan sebagai souvenir bukan hanya handycraft saja namun juga kuliner dan akan dibuka booth di lokasi meeting lantaran tidak ada kegiatan city tour.

Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perindustrian Kota Surakarta Wahyu Kristina menjelaskan kriteria UMKM yang bisa masuk di pameran G20 harus memenuhi kualitas dan syarat tertentu. 

“Selain kualitas bagus, produknya juga bisa berlaku global, maksudnya tidak ada konten dari produk itu yang nantinya tidak bisa dibawa ke Luar Negeri karena tamu peserta dari luar semua,” ungkap Ina. 

Ina menjelaskan, meskipun kurasi dilakukan oleh Pemerintah Kota Solo namun yang akan menentukan pilihan adalah panitia pusat. 

“Ini kita seleksi, yang punya gawe pusat, kalau mereka minta 10 UMKM ya kita berikan lebih dari itu, biasanya 25 kita tawarkan kesana nanti pusat yang akan memilih,” jelas Ina. 

Ada beberapa arahan dari panitia pusat mengenai jenis UMKM yang akan diajak bergabung dalam pameran event G20. 

“Kemarin yang diarahkan ada wayang, batik, blangkon. Namun tidak sekedar pameran, akan ada workshopnya juga seperti natah wayang, membatik dan lainnya,” urainya.