SOLO, Metta NEWS – Kota Solo akan mempunyai perhelatan akbar dari dunia fashion. Perhelatan fashion akbar pertama, Solo Fashion Week 2022 akan digelar pada 1 hingga 3 Juli 2022 mendatang.
Pada pers conference Solo Fashion Week 2022, Selasa (01/03/2022) di Istana Batik Keris Purwosari, Kreator Solo Fashion Week, Djongko Rahardjo memaparkan Solo Fashion Week 2022 mundur dari rencana awal yang sedianya akan dihelat pada 18 – 20 Maret nanti.
“Dengan pertimbangan matang dan demi tercapainya goal besar gelaran akbar, Solo Fashion Week akan berlangsung pada 1 hingga 3 Juli 2022. Kami memilih mundur karena status Solo yang kembali naik ke level 3,” jelas Djongko.
Djongko mengatakan meskipun sudah siap hampir 100% dan bisa dihelat sesuai dengan jadwal awal, namun banyak pihak yang memberi masukan agar event ini tampil dalam situasi PPKM Solo dengan level yang lebih rendah.
“Persiapan jelas sudah matang karena akan dihelat pertengahan Maret kan, tapi banyak yang memberi masukan apa tidak eman-eman (sayang) event yang akbar seperti ini harus menyesuaikan dengan pembatasan-pembatasan level 3. Sayang gaungnya karena tentu akan melibatkan banyak desainer dan model kelas nasional,” ungkapnya.
Meskipun mundur dari jadwal awal, Djongko mengatakan penundaan ini demi kebaikan bersama.
“Pada Juli nanti tidak ada peserta yang berkurang atau berubah. Menunda demi kebaikan bersama, saya harap desainer juga mempunyai semangat dan energi yang sama,” tutur desainer kondang Indonesia ini.

Solo Fashion Week, lanjut Djongko akan menjadi event akbar dunia fashion di Solo yang berbeda dari gelaran fashion show yang pernah ada sebelumnya.
“Solo Fashion Week 2022 ini nanti akan jadi perhelatan fashion akbar di Solo dan akan beda dari perhelatan fashion yang lainnya. Dari segi kualitas saja pasti nanti teman-teman media bisa menilai. Mulai dari desainernya, karyanya, model, lighting, runway dan teknologi-teknologi seperti apa yang kami suguhkan,” ungkap Djongko.
Organizer Solo Fashion Week 2022, Naomi Anik mengungkapkan, lahirnya Solo Fashion Week berawal dari kegelisahan keberlanjutan masa depan fashion di Kota Solo.
“Berawal dari kegelisahan kami akan event di Solo, ada gap antara usia senior dan usia milenial atau Gen Z. Anak jaman sekarang kalau belajar fashion literasinya malah dari youtube atau konten-konten fashion luar negeri. Ini membuat kami gelisah, legacy apa yang bisa kami berikan pada kaum muda,” tandas Naomi Anik.
Lewat Solo Fashion Week, akan menampilkan lebih banyak karya dari desainer-desainer anak muda.
“Harapannya ini akan mengangkat energi dari generasi kaum muda untuk tampil. Dan generasi senior untuk merangkul yang muda. Generasi milenial ini kalau tidak diwadahi akan lepas, sayang sekali potensi muda dari Solo bila tidak kita ajak, kita bimbing karena nantinya yang memegang masa depan kota ini ya anak-anak muda ini,” tegas Naomi Anik.
Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah Surakarta Retno Wulandari sangat menyambut baik perhelatan akbar Solo Fashion Week.
“Kita harus menempatkan Kota Solo sebagai kota barometer fashion. Siapa yang terlibat di Solo Fashion Week memiliki kredibilitas yang tidak perlu diragukan lagi. Kita berharap acara ini bisa menjadi icon acara untuk fashion,” ungkap Retno.
Retno menyebut standar fashion, konsep dan value event ini akan berdampak pada image Kota Solo.
“Seperti yang Mas Wali selalu sampaikan yakni kita harus membangun narasi positif dari Kota Solo. Narasi positif ini bisa dari aspek apa saja termasuk di industri fashion. Sebagai warga masyarakat saya ingin Kota Solo ada di panggung yang menjadi sorotan,” tutur Retno.

Ia berharap dengan adanya Solo Fashion Week ini yang sudah didaftarkan di HAKI dalam perjalannya akan menjadi gelaran event membanggakan dari Solo.
Sementara itu, Direktur Operasional Solo Paragon Mall Budianto Wiharto menjelaskan, kondisi pandemi mempengaruhi jadwal Solo Fashion Week yang sudah diagendakan.
“Kita sudah mendapatkan tanggal tapi karena kondisi PPKM berubah kita harus menyesuaikan lagi dengan jadwal tersebut. Pada prinsipnya Solo Paragon Mall akan mensupport sepenuhnya Solo Fashion Week pertama di Solo,”
Budianto berharap dengan adanya Solo Fashion Week pertama diadakan ini selanjutnya akan menjadi event yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat Solo.
“Jadi orang akan selalu mengingat dan mengharap setiap tahun ada event ini dan menjadi salah satu jujugan wisatawan dari luar Solo,” pungkas Budianto.









