KAHMI Solo Keluarkan Pernyataan Sikap Menyelamatkan Pemilu

oleh
oleh

SOLO, MettaNEWS – Pengurus Majelis Daerah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Kota Surakarta mengeluarkan pernyataan sikap, Minggu (4/2/2024).

Pernyataan sikap menyelamatkan Pemilu menguatkan demokrasi ini bertepatan dengan milad ke 77 HMI-KAHMI Solo.

Koordinator Presidium MD Kahmi Surakarta Rahadi SPd melihat penyelenggaraan pemilu 2024 masih jauh dari harapan.

“Serangkaian tindakan yang bermula dari nafsu berkuasa, merusak tatanan hukum
dan konstitusi, berujung pada pelanggaran etik. Hingga melahirkan dinasti politik dimana putra sulung dari Presiden turut serta dalam kontestasi menjadi salah satu pasangan calon wakil presiden,” tegas Rahadi.

Rahadi mengatakan berbagai upaya ketidaknetralan muncul seperti politisasi dan personifikasi bantuan program. Mobilisasi aparat dan lembaga negara.

“Juga kekuatan modal, guna memuluskan jalan sang putra presiden ke kursi kekuasaan. Kenyataan ini sungguh menghawatirkan, dan belum pernah terjadi dalam sejarah politik Indonesia,” ujarnya.

Perkembangan politik terus berlanjut dengan munculnya gelombang suara dari civitas akademika dan masyarakat sipil. Rahadi menyebut itu menjadi alarm penanda bahwa keadaan sudah gawat dan tidak bisa dibiarkan terus berlanjut.

“Bagi Kami, realitas tersebut tentu saja akan menodai pemilu yang semestinya bisa diselenggarkan secara jujur, adil dan bermartabat. Tindakan Presiden yang telah melampui batas toleransi, nir-etika dan jauh dari kenegarawanan, telah mengancam dan membahayakan demokrasi,” tuturnya.

Akibatnya, lanjut Rahadi, capaian baik dari demokrasi yg telah diraih selama
ini akan mundur, bahkan sirna. Yang akan merugikan semua anak bangsa.

“Kami, keluarga besar HMI-KAHMI Solo mengingatkan bahwa hakikat dari tujuan negara dan pemerintah adalah untuk melindungi semua dari segala kerusakan. Dan pemilu yang merupakan sarana demokrasi, harus dikembalikan ke dalam prinsip-prinsipnya. Agar bisa menghasilkan perwakilan dan pemimpin negara yang benar-benar layak, terpercaya dan berintegritas. Bukan sebaliknya, pemerintahan yang penuh KKN,
menghambat kebebasan dan represif,” bebernya.

Rahadi menegaskan Keluarga Besar KAHMI Solo meminta dan menyerukan agar Presiden menghentikan segala tindakan/perbuatan yang menunjukkan keberpihakan dan ketidaknetralan. Yang mesti diikuti aparatur penyelenggara pemerintahan. Termasuk aparat penegak hukum di pusat – daerah.

“Untuk semua pihak, terutama yang berkontestasi agar menghentikan segala tindakan fitnah, hoax, intimidasi, manipulasi. Serta represif dan kekerasan yang dapat mencederai proses pemilu, dan merusak nilai nilai demokrasi,” uajarnya.

KAHMI juga meminta KPU dan BAWASLU bertindak lebih proaktif, obyektif, independen dan profesional. Dalam
mencegah potensi pelanggaran pemilu. Dan menindaklanjuti setiap laporan atau temuan pelanggaran pemilu yang terjadi.

“Kepada seluruh anggota dan keluarga besar KAHMI Solo agar bersikap dan bertindak sesuai dengan nilai-nilai HMI sebagai insan akademis. Yang
bernafaskan Islam untuk terus mengawal dan mengawasi proses pemilu 2024
terselenggara dengan jujur, adil dan bermartabat, sekaligus merawat dan memperkuat nilai dan prinsip demokrasi,” ungkapnya.

KAHMI juga mengajak masyarakat agar menggunakan hak pilihnya sesuai hati nurani. Tanpa ada rasa takut karena rayuan, bujukan atau tekanan dari siapapun.

“Pilihlah calon yang dianggap benar-benar memihak pada kepentingan rakyat. Dan memiliki kapasitas dan integritas untuk
memimpin negeri ini lima tahun ke depan,” tutupnya.