SOLO, Metta NEWS – Kementerian Kesehatan mengeluarkan Surat Edaran Kemenkes RI tentang Pemberian Vaksinasi Covid-19 bagi Sasaran Drop Out yang terbit pada 13 Februari 2022.
Data dari Kemenkes disebutkan, sebanyak 20 juta warga Indonesia masuk dalam status vaksinasi drop out dan 2.4 juta diantaranya harus menjalani vaksin ulang.
2.4 juta warga yang harus melakukan vaksin ulang ini karena telah melewati 6 bulan setelah vaksinasi dosis pertama.
Sesuai dengan instruksi pusat tersebut, Pemerintah Kota Solo mulai menyisir warga yang termasuk dalam kelompok drop out vaksin ini.
Kepala Kesehatan Dinas Kota Surakarta, Siti Wahyuningsih menjelaskan warga yang masuk dalam status vaksin drop out ini adalah mereka yang rentang jarak antara vaksin pertama ke vaksin kedua terlalu jauh atau sekitar 6 bulan.
“Kebijakan dari pusat kita harus mencari yang masuk kategori drop out – drop out ini. Kan ada yang sudah vaksin dosis satu ternyata ga datang pas dosis dua. Ini kan akhirnya dosisnya tidak lengkap. Kalau dosis 1 nya sudah 6 bulan tanpa dosis 2 ya dianggap belum vaksin jadi akan kita vaksin lagi mulai dari dosis 1 lagi,” papar Siti menjabarkan.
Siti mengatakan kasus vaksinasi antar warga pasti berbeda, pihaknya melalui faskes akan mencari data warga drop out vaksin ini.
“Jadi sifatnya spesifik ya, nanti masyarakat bingung diterangkan seperti itu. Intinya nanti melalui data faskes kita cari sesuai intervensi kita, kita cari masalahnya apa. Masalahnya ini drop out dosis 2 atau dosis 1 nya terlalu lama itu yang kita cari datanya,” terang Siti.
Siti menegaskan untuk masyarakat yang sudah mendapatkan jadwal vaksin baik itu vaksin kedua ataupun booster untuk segera mendatangi puskesmas atau faskes yang melayani vaksinasi.
“Yang penting sekarang lansia yang harus dosis 2 ya segera ke puskesmas, tapi ya tolong jangan mendadak datang terus minta di vaksin, karena kita sudah atur kuotanya biar dosis vaksinnya tidak terbuang,” tegasnya.
Sementara itu, Wali Kota Solo Gibran Rakabuming menambahkan, warga yang rata-rata mengalami drop out vaksin biasanya karena setelah menjalani vaksin pertama lantas terpapar covid-19 dan membutuhkan waktu untuk pemulihan.
“Untuk vaksin yang drop out dosis 1 dan 2 kebanyakan orang-orang yang sudah vaksin terus terpapar. Nanti kita ulangi mulai dari awal lagi,” jelas Gibran.
Gibran mengungkapkan untuk mempercepat vaksin drop out ini akan kembali mengerahkan semua lini untuk melayani warga yang akan vaksin.
“Ini instruksi dari pusat. Yang penting pasokan vaksin saat ini aman, baik untuk kelompok drop out maupun untuk booster. Nanti kita kerahkan semua jalur vaksinasi, kita siapkan lagi seperti mobile vaksin, dan di Pendhapi Gedhe kita aktifkan lagi biar cepat,” tutup Gibran.







