SOLO, MettaNEWS – Polresta Surakarta mengingatkan peserta dan simpatisan kontestan Pemilu 2024 untuk menjaga ketertiban saat kampanye terbuka. Khususnya, menghindari pemakaian knalpot brong yang lazim marak saat arak-arakan massa.
“Polisi bekerja keras, beberapa waktu setiap bulan kami kandangkan lebih kurang 1.500 sepeda motor berknalpot brong yang menganggu ketertiban umum. Menimbulkan gesekan antarwarga. Termasuk hari ini, kami mengundang elemen masyarakat untuk mendeklarasikan Jawa Tengah zero knalpot brong,” tutur Kapolresta Kombes Pol Iwan Saktiadi, Minggu (14/1/2024).
Dalam acara di TMC Satlantas Polresta itu, polisi menghadirkan sejumlah pihak dan perwakilan Parpol peserta Pemilu. Selain beberapa pejabat kota, juga tampak elemen masyarakat seperti pehobi otomotif, Supeltas, juga pelajar anggota Patroli Keamanan Sekolah. Mereka bersama-sama menandatangani fakta mendukung larangan knalpot brong.
Secara simbolis, polisi juga mengajak perwakilan peserta deklarasi untuk merusak knalpot brong hasil sitaan. Dengan gerinda potong, mereka memusnahkan knalpot sitaan tersebut.
Khusus kepada kontestan Pemilu, Iwan Saktiad memnta setiap parpol aktif melarang anggota dan simpatisannya untuk menaati seluruh peraturan tertib berlalu lintas. Dia mengimbau dan mengingatkan, perilaku yang tertib akan menimbulkan efek positif dan simpati dari masyarakat.
“Polisi tentu akan menindak, dengan berbagai cara. Bisa dengan memberikan teguran hingga tindakan tilang. Tentunya, akan lebih mudah jika masyarakat dan elemen kontestan Pemilu turuf aktif menciptakan situasi yang aman, tertin dan nyaman untuk semua,” tandasnya.
Menanggapi imbauan polisi, Paulus Haryoto mewakili PDI Perjuangan dan pasangan Calon Ganjar-Mahfud, merespos positif. Karena sejak awal PDI P sudah mengimbau massanya untuk berperilaku tertib dan simpatik.
“Namun, kami tidak bisa bertanggung jawab atas semua, karena simpatisan itu sangat cair. Apapun, kami mendukung, bahkan mempersilakan jika polisi menindak peserta kampanye kami yang melanggar,” tandasnya.








