SOLO, MettaNEWS – Kepergian dokter Lo Siauw Ging membawa kesedihan mendalam bagi banyak kalangan, termasuk Pemuda Pancasila. Karya dokter Lo semasa hidupnya menyentuh hati setiap orang.
Sebagai bentuk penghormatan terakhir, Komando Inti Pemuda Pancasila (KOTI PP) melayat ke rumah duka Thiong Ting. Untuk mengantar doa bagi dokter Lo menuju peristirahatan terakhir.
Wakil Komandan KOTI PP Leonardo Tegar Nugroho Jati mengungkapkan PP merasa tergerak karena Solo ini kehilangan pahlawan kemanusiaan.
“Beliau dokternya wong cilik wegah di bayar (dokternya masyarakat kecil, tidak pernah mau di bayar,” ujar Tegar, Jumat (12/1/2024).
Tegar menyampaikan banyak masyarakat Solo yang kehilangan atas meninggalnya dokter berhati malaikat ini.
“Ada banyak kesan yang ditinggalkan oleh dr. Lo. Banyak kisah dermawan, contoh hidup berbagi yang di terapkan oleh dr. Lo,” kata Tegar.
Tegar mencontohkan cerita dari Komandan KOTI PP Kopral Bagyo CPM yang menjadi pasien dokter Lo.
“Ndan Bagyo pernah di marahi habis-habisan sama dr. Lo. Karena agak telat membawa anaknya berobat. Sudah panas selama 4 hari baru dibawa ke dr. Lo. Untung terselamatkan kata dr. Lo saat itu. Telat dikit saja anaknya bisa ‘lewat’,” kenang Tegar.
Tak hanya itu, lanjut Tegar saat Ndan Bagyo mau membayar malah dr. Lo menolak.
“Gajimu berapa? Tidak usah, simpan saja uangnya. Malah dokter.Lo memberikan uang buat sangu pulang,” ungkap Tegar.
Sikap kedermawanan inilah yang menurut Tegar Solo kehilangan salah satu tokoh besar.
“Intinya PP Solo khususnya KOTI merasa kehilangan sosok pahlawan kemanusiaan. Harapannya nanti ada dokter Lo muda yang lain. Yang nantinya menggantikan peran dia sebagai pahlawan kemanusiaan di Solo,” harapnya.
Dari dokter Lo menurut Tegar banyak dokter lain yang bisa belajar. Terutama untuk rasa kemanusiaan dan mau berbagi untuk masyarakat yang kurang beruntung.
“Istilahnya mati satu tumbuh seribu. Muncul banyak dokter Lo muda yang mau mengabdikan dirinya untuk masyarakat. Untuk wong cilik, dengan tanpa biaya dokter. Memberikan yang terbaik untuk wong cilik tidak mematok tarif bayar jasa profesi dokter. Dan bisa meresepkan obat-obat yang manjur untuk wong cilik,” pungkasnya.








