SOLO, MettaNEWS – Implementasi hasil riset wayang kulit Museum Radya Pustaka, ISI Surakarta hasilkan kolaborasi animasi motion graphic dengan pentas Wayang Climen.
Pentas ini merupakan tahapan implementasi luaran riset Penelitian Terapan Kemendikbudristek. Yang mengambil karakter wayang kulit dari koleksi Museum Radya Pustaka.
Dengan lakon Babad Alas Wanamarta menghadirkan dalang muda Tri Haryoko, dari Hargosari, Sraten, Sukoharjo.
Riset ini bertajuk Transformasi Wayang Beber Melalui Motion Graphic Sebagai Upaya Media Alternatif Penanaman Budi Pekerti dan Hiburan Untuk Generasi Muda. Sebagai pelaksanaan penelitian di tahun I (2023) dari dua tahun yang diencanakan diketuai oleh Dr. Sri Hesti Heriwati, M.Hum dengan anggota tim, yakni M. Harun Rosyid Ridlo, Basnendar Herry Prilosadoso, dan Sri Murwanti.
Kepala UPTD Museum Disbudpar Kota Surakarta Bonita Rontyowati, menyampaikan penggunaan teknologi berupa animasi motion graphic dapat menjadi media alternatif. Dalam mendekatkan seni budaya tradisi seperti wayang.
“Pihak Museum Radya Pustaka sangat mendukung kegiatan implementasi riset yang mengandung edukasi dan rekreasi,” kata Bonita.
Penonton juga sangat antusias melihat pementasan ini. Tampak siswa SMK Marsudirini Marganingsih Surakarta antusias menonton pementasan Wayang Climen. Dengan mengamati setiap adegan lewat tayangan animasi yang dikolaborasikan dengan pementasan wayang kulit yang bertempat Museum Radya Pustaka Surakarta.
Ketua Tim Peneliti Sri Hesti Heriwati dalam rilisnya menjelaskan bahwa dengan pertunjukan wayang climen (wayang durasi pendek) sebagai upaya melestarikan budaya.
“Mengangkat cerita Babad Alas Wanamarta. Selain sebagai luaran riset juga upaya mengenalkan seni tradisi khususnya kepada generasi muda agar tetap lestari,” ungkapnya.
Sedangkan pemilihan lakon Babad Alas Wanamarta, Dalang Tri Haryoko menambahkan bahwa cerita ini mengenai sejarah berdirinya negara Amarta oleh Pandawa Lima. Yaitu Yudhistira, Bima, Arjuna, Nakula dan Sadewa.
“Pementasan ini kita kemas dengan menarik dan kita sesuaikan. Baik aspek pertunjukan maupun ada unsur teknologi audiovisual berupa animasi motion graphic untuk kalangan anak muda,” pungkasnya.








