SOLO, MettaNEWS – Sejumlah warga Kelurahan Baluwarti, Kecamatan Pasar Kliwon Solo menggelar wilujengan negari atau ritual ucap syukur dan keselamatan yang ditujukan kepada Presiden Jokowi sekeluarga. Prosesi wilujengan ini berlangsung di makam pendiri Kota Solo, Ki Gede Sala, Senin (22/5/2023) petang.
BRM Suryono mengatakan ada 7 ulama Keraton Surakarta yang memimpin wilujengan negari ini. Adapun tujuan wilujengan ini adalah mendoakan Presiden Jokowi yang akan segera habis masa jabatannya.
“Semoga bapak Insinyur Joko Widodo sebagai simbol negara bisa menyelesaikan purna tugasnya sebagai Presiden RI lancar tanpa gangguan apapun,” ujar BRM Suryono usai wilujengan.
Dalam wilujengan negari ini ada beberapa symbol yang mengisyaratkan sebagai sebuah negaran khususnya untuk keselamatan bangsa.
“Simbol wilujengan negari jadi apa yang disajikan di situ adalah simbol-simbol dari pada negara dan keselamatan serta kelancaran untuk bangsa Indonesia,” terangnya.
“Ini saya baru pertama mengadakan seperti ini tapi mungkin sudah ada yang telah melakukan sebelum saya,” sambung BRM Suryono.
Terdapat berbagai uborampe atau seperangkat alat makanan, minuman, peranti yang digunakan untuk wilujengan negari.
“Simbol uborampenya adalah ingkung, ingkung itu dalam artian manekung jadi kita harus selalu ingat kepada Tuhan. Dan kita harus selalu dekat dengan Tuhan dan semoga keluarga Bapak Insinyur Joko Widodo diberi perlindungan oleh Tuhan Yang Maha Esa,” terangnya.
Uborampe Wilujengan Negari di Makam Ki Gede Sala Syarat Akan Makna Penghujung Jabatan Presiden Jokowi

Satu hal yang tak kalah menyita perhatian ialah adanya foto Presiden Jokowi sekeluarga.
Tampak dalam foto itu Presiden Jokowi memangku cucu pertamanya Jan Ethes Srinarendra berhdapan dengan Ibu Negara Iriana Jokowi memangku La Lembah Manah.
Tampak pula putra sulung Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka, Selvi Ananda, Kahiyang Ayu dan Bobby Nasution serta putra bungsu Presiden Jokowi Kaesang Pangerep.
“Ya sebenarnya ini hanya mengucap syukur dan mengucap keselamatan bagi beliau itu sebagai simbol negara. Alasan pajang foto Pak Jokowi dan keluarga itu hanya sebagai simbol saja karena beliau sebagai simbol negara,” bebernya.
Terpilihnya Makam Ki Gede Sala sebagai lokasi wilujengan negari ini tidak lain karena berhubungan erat dengan dua hal.
“Jadi kita memilih tempat Ki Gede Sala ini karena pertama beliau adalah cikal bakal daripada Kota Surakarta. Kedua Insinyur Joko Widodo berasal dari Kota Surakarta. Jadi kenapa kita Kenapa kita memilih ini karena ada kaitannya dengan Presiden ada kaitannya dengan Kota Surakarta,” jelasnya.
Pihaknya berharap Presiden Jokowi beserta Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka dan Wali Kota Medan, Bobby Nasution dapat menjalankan tugas sebagai pemimpin dengan baik.
“Semoga lancar dalam memerintah terutama kita juga kepingin mas Gibran dan mas Bobby juga dalam menjalankan tugas sebagai kepala daerah. Diberi kelancaran kesehatan supaya bisa memimpin daerahnya masing-masing dengan baik,” kata BRM Suryono.
Adapun ide wilujengan negari ini muncul dari sebuah wedangan. Yang mana warga Baluwarti menginginkan Presiden Jokowi selalu dikelilingi keselamatan.
“Ini sebenarnya hanya ide di tempat wedangan istilahnya karena supaya kita melihat mungkin di tahun depan ini kan tahun yang lebih hangat dari pada tahun-tahun yang lalu intinya itu,” katanya.
“Kita muncul ide untuk mendoakan negara dan mendoakan simbol negara Bapak Insinyur Joko Widodo,” sambung dia.
Tidak ada dinamika politik dalam wilujengan negari ini. BRM Suryono mengeaskan acara ini murni untuk mendoakan Presiden Jokowi dan bangsa.
“Tidak ada kaitannya sama sekali murni untuk keselamatan beliau dan untuk keselamatan bangsa Indonesia. Iya pokoknya khusus keluarga besar Bapak Insinyur Joko Widodo,” tandasnya.









