Penumpang KRL Meningkat 130 Persen, KAI Commuter Pertimbangkan Penambahan Frekuensi Perjalanan

oleh
oleh
KRL
Penumpang KRL Solo- Yogya meningkat 130 persen selama masa Lebaran 2023 | MettaNEWS / Puspita

SOLO, MettaNEWS – Selama masa Lebaran 2023, penumpang KRL atau Commuter Line meningkat tajam hingga 130 persen dari hari biasa.

Tingginya jumlah penumpang transportasi publik tersebut, KAI Commuter mempertimbangkan penambahan frekuensi perjalanan KRL rute Solo-Yogya.

VP Corporate Secretary KAI Commuter Anne Purba mengatakan dengan naiknya jumlah penumpang, dari tanggal 19 April-1 Mei ada penambahan frekuensi KRL Solo-Yogya. Yakni dari 24 perjalanan menjadi 30 perjalanan.

Dengan begitu KAI Commutter juga menambah jam operasional. Dari awalnya hanya sampai jam 20.00 WIB sekarang menjadi hingga pukul 24.00 untuk periode hingga 1 Mei 2023.

“Peningkatan volume melayani 31 ribu penumpang dari Solo ke Yogya dan sebaliknya. Implementasi KRL sangat memberikan dampak mobilisasi masyarakat, bagi pengguna rutin maupun musiman,” ungkap Anne, Jumat (28/4/2023).

Untuk Solo Balapan lanjut Anne, melayani lebih dari 6 ribu penumpang. Angka ini sedikit lebih rendah dari Yogyakarta yakni 8.000-9.000 penumpang.

“Kami akan terus melakukan sosialisasi. Pada 1 Mei kami optimistis bisa sampai di atas 20 ribu penumpang per hari,” tutur Anne.

Anne memaparkan, pada hari ketiga dan keempat Lebaran, penumpang KRL memcapai sekitar 31 ribu.

“Dari Senin hingga Jumat sekitar 13 hingga 15 ribu penumpang. Untuk weekend bisa sampai 16 ribu penumpang. Ini sudah termasuk penumpang rutin maupun penumpang baru. Kebijakan tidak ada yang berubah. Baik jam sibuk maupun tidak tetap prioritas duduk,” ujarnya.

Dengan adanya lonjakan penumpang, Anne mengatakan sudah mengantisipasi kendala yang mungkin terjadi. Terutama dari segi keamanan dan kenyamanan pengguna KRL.

“Kendala sudah kami antisipasi dengan costumer servis mobile. Juga penambahan petugas di stasiun agar bisa memberi edukasi dengan cepat pada penumpang khususnya yang pertama kali nail KRL,” tandasnya.

Anne menambahkan, capaian jumlah penumpang tersebut perlu dievaluasi.

“Untuk saat ini Pemerintah bisa mengajukan penambahan perjalanan. Karena biaya kan masih pakai subsidi pemerintah. Sampai saat ini 24 reguler, tapi di gapeka (grafik perjalanan kereta api) berikutnya pasti kami mengusulkan penambahan frekuensi, pada 11 stasiun yang kami layani saat ini,” pungkasnya.