LHOKSEUMAWE, MettaNEWS – Gerak cepat aparat TNI AL sukses menggagalkan penyelundupan narkoba seberat 36 Kg sabu-sabu Lhokseumawe, Aceh. Sabu-sabu seberat itu di pasaran gelap bernilai tak kurang Rp 36 miliar.
Laman tnial.mil.id memaparkan, operasi menggagalkan penyelundupan melibatkan tim gabungan Pangkalan Utama Angkatan Laut (Lantamal) I Belawan dan Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Lhokseumawe. Diawali dari adanya informasi intelijen akan terjadi penyelundupan narkoba. Tim gabungan kemudian bersiap di pesisir pantai Lhoksemawe.
Minggu, 12 Maret 2023 sekitar pukul 18.35 WIB dipantai Ujong Batee. Anggota tim melihat dari kejauhan sebuah perahu kayu bermesin yang lazim disebut boat pancung, mendekat ke pantai. Tanpa merapat, seseorang di atas boat melempar karung ke pantai dan segera berbalik ke laut lepas.
Tim segera melapor ke Lanal Lhokseumawe untuk mengejar boat pancung, sementara tim di darat menangkap seorang pria berinisial RE. RE tertangkap basah menerima karung dari boat pancung, yang ternyata berisi 36 paket berisi sabu.
“Pengejaran terhadap boat pancung belum membuahkan hasil hingga saat ini. Namun, dari pengakuan RE tim berhasil menangkap pemilik paket berinisial A. Dia menunggu paket di rumahnya di Lhok Sukon, Kabupaten Aceh Utara,” ungkap Komandan Lantamal I Belawan Laksamana Pertama TNI Johanes Janarko Wibowo.
TNI AL Komitmen Tangkal Kejahatan di Laut
Lantamal Belawan, belum lama ini juga menggagalkan penyelundupan Sabu seberat 14,077 kg di sekitar Pulau Rupat, Riau. Kawasan yang berbatasan dengan Malaysia itu memang mendapat pengawasan ekstra ketat dari aparat TNI AL.
Sebagai penjaga lautan, TNI AL cukup sering menggagalkan penyelundupan narkoba dalam skala besar. Bulan Mei 2022, penyelundupan kokain sebesar 179 kg gagal karena kewaspadaan petugas. Saat itu, aparat Kapal Patroli AL (KAL) Sangiang menemukan 4 bungkusan mencurigakan di perariran Selat Sunda, Tidak jauh dari Pelabuhan Merak. Ternyata bungkusan itu berisi 179 kg kokain murni, yang di pasar gelap bernilai Rp 1,2 triliun.
Pada kesempatan terpisah kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Muhammad Ali menyampaikan, bahwa TNI AL akan senantiasa meningkatkan kesiapan operasional baik itu Alutsista maupun personel guna mencegah praktik kejahatan dari dan melalui laut, tentunya termasuk penyelundupan Narkoba.








