SOLO, MettaNEWS – Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) telah menggelontorkan 29 ton beras medium SPHP di pasar murah Kota Solo sepanjang Januari-Februari 2023. Hal ini sebagai bentuk dukungan Bulog terhadap stabilisasi pasokan dan harga pangan jelang Ramadan 2023.
Wakil Pimpinan Cabang Bulog Surakarta, Andrew Ramadhan Shahab mengatakan pihaknya bekerjasama dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Solo untuk menyediakan beras SPHP di pasar murah. Salah satunya di Kecamatan Serengan pada Rabu (22/2/2023).
“Untuk hari ini kita kerjasama dengan DKPP Kota Solo menyediakan 104 paket gula dan tepung dan 5 ton beras medium SPHP. Untuk keseluruhan operasi pasar Kota Solo kita sudah mulai Januari Februari kemarin. Sementara ini sudah running sekitar 29 ton masing-masing kelurahan,” ujar Andrew.
Pihaknya juga menyiapakan stok beras untuk Ramadan 2023 sebanyak 2.000 ton. Ia menjamin saat Ramadan nanti stok beras cukup hingga menjelang lebaran karena sudah memasuki masa panen.
“Kalau untuk stok nanti pas Ramadan sementara kita sekitar 2.000 ton. Menjelang Ramadan akhir Februari atau awal Maret kita sudah mulai panen kita sudah mulai penyerapan lagi dari petani dalam negeri. Jadi asumsi kita dengan yang ada di gudang sekarang ditambah panen itu sudah cukup,” jelasnya.
Perum Bulog juga siap menghadapi banyaknya permintaan saat Ramadan berlangsung. Ia menegaskan stok beras Bulog akan aman sehingga masyarakat tidak perlu panic buying.
“Aman cukup jadi masyarakat tidak perlu panik. Insya Allah secara stok karena akan menjelang panen akhir Februari awal Maret dengan stok yang kita punya sekarang itu akan cukup menjelang hari raya,” tukasnya.
Target Impor Beras Bulog Tahun 2023
Berita sebelumnya, Bulog menargetkan impor beras tahap kedua akan masuk pada awal Februari 2023. Direktur Supply Chain dan Pelayanan Publik Bulog Mokhamad Suyamto menargetkan pengiriman beras sebanyak 300.000 ton ini akan rampung sebelum akhir bulan Februari atau sebelum panen raya.
“Beras impor kami pastikan akan datang sebelum panen raya. Paling telat datang pada 28 Februari 2022. Ini bertahap karena butuh waktu untuk pengiriman jadi tidak bisa sekaligus,” ujar Suyamto di Gudang Bulog Kanwil DKI Banten di Kelapa Gading, Jakarta, Jumat (13/1/2023).
Suyamto melanjutkan, pengiriman beras impor memerlukan banyak waktu khususnya dalam hal pemuatan, pengiriman, termasuk juga pembongkaran di pelabuhan Merak dan Tanjung Priok.
“Artinya kita mengatur ritmenya, karena kalau menumpuk pemuatan dan pembongkaran di pelabuhan memakan biaya tinggi. Jadi kami mengatur pengkapalan agar lancar,” ungkapnya.
Untuk tahap pertama ini, Suyamto menjelaskan Bulog akan melakukan impor beras secara pararel sebesar 200.000 ton.
“Targetnya tahap pertama sebesar 200.000 ton akan rampung pada akhir Januari 2023. Sedangkan, tahap kedua sebesar 300.000 akan selesai sebelum minggu ketiga bulan Februari,” papar Suyamto.








