Sampaikan Prihatin, PT KAI Pastikan Tidak Ada Kelalaian Petugas di Kasus Penumpang Tewas Terjatuh dari Kereta

oleh
oleh
Pemeriksaan tempat kejadian pemuda jatuh dari kereta api
Kondisi pintu belakang kereta api yang berdekatan dengan pintu toilet (Kiri) dan Kondisi TKP rel kereta saat ditemukan Korban (Kanan) | Dok : Polres Sukoharjo dan KAI Daop 6 Yogyakarta

SOLO, MettaNEWS – PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyampaikan prihatin dan sangat menyayangkan atas kejadian yang menimpa penumpang KA 132C Mutiara Selatan relasi Bandung-Surabaya Gubeng yang membuka pintu kereta dan terjatuh pada tanggal 1 Januari 2023 pada perlintasan antara Stasiun Solojebres-Stasiun Palur.

Terkait dengan hal tersebut Daop 6 mengingatkan kembali kepada para penumpang KA untuk tidak membuka pintu saat kereta masih berjalan.

“Dari segi keselamatan dalam kereta ketika perjalanan petugas pasti menjalankan sesuai SOP dan memastikan pintu terkunci dan tertutup,” tegas Manager Humas Daop 6 Yogyakarta Franoto Wibowo di Solo, Selasa (3/1/2023).

Franoto juga menyampaikan tanda atau tulisan setiap bagian fungsi dalam kereta tersebut jelas dan terbaca.

“Di dekat toilet ataupun di pintu keluar lampu penerangan sangat cukup, meskipun kondisinya malam hari ataupun melewati terowongan. Jadi kami dari pihak KAI meyakinkan bahwa itu dari segi safety sudah dilaksanakan oleh petugas dengan baik,” jelas Franoto.

Franoto juga memastikan petugas dari kereta api setiap kereta berjalan ataupun akan berhenti selalu ada pengumuman bahwa pintu boleh dibuka ketika kereta api benar-benar sudah berhenti.

“Harus menunggu berhenti dulu, jangan membuka pintu meskipun kereta tinggal 1 meter lagi sampai. Jika kereta masih bergerak dan berjalan, maka penumpang dilarang membuka pintu,” kata Franoto.

Manager Humas Daop 6 Yogyakarta, Franoto Wibowo | MettaNEWS / Puspita

Franoto menjelaskan ketika kejadian pihaknya langsung melaporkan kepada kepolisian dan langsung ditindaklanjuti dengan membawa korban ke rumah sakit.

“Saya yakinkan tidak ada kelalaian karena kita ada SOP dan juga sudah dilaksanakan dengan baik. Kejadian seperti ini baru pertama kali. Karena KAI tiap tahun mengantarkan ratusan juta penumpang dan saya yakinkan untuk selama ini baru terjadi ini,” ungkap Franoto.

Ia juga mengimbau penumpang KA untuk tidak berada di dalam bordes saat kereta berjalan kecuali untuk pergi ke toilet.

Bordes merupakan ruangan yang berada di ujung kereta untuk naik turun penumpang, ruangan ini juga menjadi akses untuk keluar masuk antar kereta.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 6 Yogyakarta sebagai perusahaan BUMN yang bergerak di bidang jasa transportasi pun telah mengimbau penumpang di dalam KA melalui signage atau papan informasi yang telah ditempel di sudut-sudut yang terlihat sesuai dengan standard.

“Berbagai fasilitas seperti toilet, mushola, dan lain-lain telah diberikan papan informasinya agar penumpang tidak kebingungan saat naik kereta api,” imbuh Franoto.

Bahkan lanjut Franoto, KAI telah melakukan modernisasi signage menyesuaikan ISO 7001:2007 atau standar internasional mengenai simbol-simbol untuk informasi publik agar pelanggan lebih mudah untuk membacanya.

“Semua diberikan agar pengguna jasa kereta api dapat dengan mudah mengetahui apa saja larangan yang diterapkan untuk menjaga keselamatan bersama serta dengan mudah mengetahui fasilitas-fasilitas kereta api,” pungkasnya.