SOLO, MettaNEWS – Bupati Karanganyar Juliyatmono enggan menjelaskan secara gamblang perihal rumah pensiun Presiden Joko Widodo yang berada di wilayah kabupatennya.
Hanya saja, Juliyatmono sedikit membocorkan besaran biaya BPHTB (Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan) lahan yang akan dibangun menjadi rumah Presiden Jokowi di Colomadu.
“Saya tidak mau menyampaikan yang asli. Yang sudah pasti itu sudah dibayarkan BPHTB nya ke Pemerintah Kabupaten. BPHTB nya itu senilai 5 miliar,” jawab Juliyatmono sambil tertawa.
Politisi Partai Golkar tersebut meminta wartawan untuk menghitung sendiri harga lahan bakal rumah Presiden Jokowi melihat dari besaran BPHTB nya.
“Sudah silahkan kalkulasi sendiri, berapa luasnya, berapa harganya. Di tanah jalan Adi Sucipto, 5 miliar BPHTB nya, luasannya berapa, nilai tafsirannya berapa silahkan dihitung sendiri,” ujar Juliyatmono yang ditemui usai menerima izasah S2 Ilmu Hukum pada wisuda UMS di Gedung Edutorium KH. Ahmad Dahlan.
Juliyatmono juga membocorkan luasan tanah lahan tersebut yang berbeda dari yang sudah tersiar selama ini.
Menurut Juliyatmono pembangunan lahan rumah Presiden Jokowi tersebut akan segera dijalankan.
“Ya pasti dalam waktu dekat. Karena pembangunan pasti membutuhkan waktu yang agak relatif lama bisa 1 hingga 2 tahun. Beliau kan berakhirnya 20 Oktober 2024,” pungkasnya.








