Sisir Gereja Prioritas di Solo, Gibran Pastikan Luring dengan Kapasitas 100 Persen

oleh
Gibran
Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka meninjau GKI Sangkrah Pasar Kliwon Solo, Kamis (21/12/2022) | MettaNEWS / Adinda Wardani

SOLO, MettaNEWS – Jelang perayaan Natal, Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka meninjau 6 gereja prioritas P1 dan P2 di Kota Solo, Rabu (21/12/2022). Gereja ini tersebar di berbagai titik diantaranya GKI Sangkrah, GBI Gading, GKI Danukusuman, GBIS Kratonan, GKJ Joyodinigratan dan GKJ Coyudan.

Didampingi Wakil Wali Kota Solo, Teguh Prakosa, Gibran mengawali tinjauannya di GKI Sangkrah Pasar Kliwon Solo.

Usai melakukan tinjauan, Gibran menyatakan perayaan Natal 2022 di Kota Solo aman.

“(Natal) aman tenang saja,” ujar Gibran.

Terkait larangan Kementerian Agama (Kemenag) RI menyoal pendirian tenda di luar gereja, Gibran mengatakan pengunaan tenda boleh-boleh saja untuk mengantisipasi apabila ruangan gereja tak mampu menampung tambahan jemaat.

“La ini masih di dalam gereja, ya untuk jaga-jaga kalau membludak. Tapi tadi di dalam kursinya sudah di set up untuk 100 persen untuk jaga-jaga,” ujarnya.

Gibran menjamin pelaksanaan Hari Raya umat Nasrani dapat berjalan aman. Baik saat peribadatan hingga Tahun Baru 2023.

“Pokoknya di tanggal 23, 24 malam kebaktian pokoknya sudah diamankan ada sterilisasi. Kita amankan untuk acara Natal dan Tahun Baru di Solo terutama di GKI Sangkrah,” ujarnya.

Termasuk lahan parkir, Gibran akan berkoordinasi dengan pihak gereja.

“Ya nanti kita amankan, lampion ya di mana-mana ada untuk memeriahkan nanti biar diatur lurah camat setempat dan dishub. Ini juga nanti pasti membludak tapi nggak papa,” terangnya.

Jumlah jemaat di gereja P1 dan P2 ini diperkirakan akan membludak, sebab tahun ini perayaan Natal sudah diizinkan secara luring (luar jaringan) tanpa pembatasan. Tidak lagi online. Sehingga umat Nasrani dapat bersuka cita.

Meski demikian Gibran mengimbau agar perayaan Natal tahun ini tetap memperhatikan protokol kesehatan.

“Sesuai SE kemarin monggo silakan nggak ada pembatasan lagi saya sarankan meskipun sudah ibadahnya sudah 100 persen kapasitas kalau bisa tetap pakai masker, ini tadi alat pengukur suhu handsanitizer tetap disiapkan,” terangnya.