SOLO, MettaNEWS – Pembagian makanan yang disediakan pihak penyelenggara pernikahan Kaesang Pangarep dan Erina Gudono berlangsung ricuh. Kerusuhan terjadi di stan kawasan Sriwedari Solo pada Minggu (11/12/2022).
Suasana yang awalnya kondusif berubah menjadi keributan sekira pukul 08.30 WIB. Puluhan warga yang mengantre saling dorong hingga sebabkan antrean yang berada di depan ambruk. Disinyalir banyak warga yang takut tidak kebagian makanan gratis tersebut.
Total ada empat stan di sisi kiri dan empat stan di sisi kanan di sebrang Jalan Sriwedari atau depan gapura Stadion R Maladi Sriwedari. Empat stan di sisi kiri ini terdiri dari brand milik Kaesan yakni Sang Pisang, Yang Ayam, Lets Toast dan Tricks.
Sementara stan di sisi kanan diisi satu brand minuman seperti PMMP dan tiga makanan yakni Soorghum Foods, Asinan Legenda dan Mangkokku.
Penjaga stan tampak kewalahan ketika ribuan warga menyerbu. Dari yang awalnya makanan dibagikan dari bawah, akhirnya para petugas terpaksa naik ke kursi dan melempar makanan-makanan ringan tersebut.
Hal ini membuat warga kembali saling dorong dan berebut mendapat lemparan makanan. Hingga akhirnya stan di bagian Tricks Potato Crispy melemparkan satu kardus yang masih tersegel. Warga yang berhasil menangkap kardus tersebut sempat enggan berbagi.
Hingga teriakan dan rebutan terjadi. Kondisi sangat ricuh saat itu. Beberapa wanita yang ikut dalam kerumunan tersebut bahkan ada yang terjatuh dan tidak sanggung berdiri. Adapula yang pingsan hingga harus dibawa menjauh dari kerumunan.

Kerumunan ini mengelilingi hampir semua sisi stan. Dari bagian belakang ada yang menyobek tenda stan tersebut dan berusaha meraih tumpukan makanan.
Sementara itu di sisi Jalan Slamet Riyadi, kerumunan warga yang awalnya tenang menantikan kehadiran kereta pengantin berubah rusuh juga. Kerusuhan ini terjadi saat relawan Jokowi membagikan suvenir berupa pouch.
Banyak warga yang saling dorong membuat jalur kirab tertutup. Kerusuhan ini sedikit mereda ketika pembagian suvenir selesai. Petugas kemudian kembali menertibkan warga agar kembali ke barisan.









