Sebut Pertemuan Anies dengan Gibran Positif, FX Rudy: Budaya Kulanuwun

oleh
Rudy
Ketua DPC PDIP, FX Hadi Rudyatmo | MettaNEWS / Adinda Wardani

SOLO, MettaNEWS ‐ Pertemuan antara Mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dengan putra sulung Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka mendapatkan sorotan dari berbagai pihak.

Keduanya nampak berbincang hangat dalam jamuan makan pagi di Novotel Solo sebelum menghadiri Haul ke 111 Habib Ali Bin Muhammad Al Habsyi di Pasar Kliwon pada Selasa (15/11/2022). Pertemuan Anies dan Gibran pun ramai diperbincangkan masyarakat Indonesia.

Terlebih foto keduanya juga diunggah Gibran ke akun sosial media Twitter @gibran_tweet pada pada Rabu (16/11/2022). Sontak hal ini menuai banyak komentar dari netizen. Banyak yang menyebut pertemuan mereka sebagai politik meja makan.

Menanggapi hal itu, Ketua DPC PDIP Solo, FX Hadi Rudyatmo menilai bahwa pertemuan salah satu kadernya dengan mantan pemimpin Ibu Kota itu hanyalah silaturahmi biasa. Rudy menyebutnya sebagai budaya bangsa Indonesia.

“Pak Anies orang Jakarta yang mau menghadiri Haul Habib Ali, masuk ke Solo, kulonuwun (permisi) dengan Mas Gibran, ketemu itu kan hal yang biasa dan wajar, nggak perlu diributkan,” ujar Rudy, Jumat (18/11/2022).

Menurut Rudy, tindakan Anies tersebut sudah benar. Ia menilai apa yang dilakukan mantan Gubernur itu sesuai dengan etika dan aturan yang harus dilakukan saat mendatangi sebuah wilayah. Maka sudah sepatutnya Anies mendatangi Gibran sebagai pemangku wilayah Solo.

“Mas Gibran itu sudah tak kasih tau harus punya prinsip, sikap, komitmen. Prinsip kalau ada tamu mau ketemu maka harus sesuai punya komitmen melayani diterima dengan sikap yang ramah kan gitu, gak ada persoalan mau ketemu dengan siapapun,” terangnya.

Sebelumnya, Ketua DPP PDIP, Said Abdullah mengomentari pertemuan Anies dengan Gibran. Said menilai pertemuan mantan Gubernur Jakarta tersebut bertujuan untuk mendapatkan suara untuk maju sebagai Calon Presiden (Capres) di bursa Pemilu 2024.

Hal ini pun mendapat komentar dari Rudy.  Menurutnya pendapat Said tersebut merupakan hal yang salah dan tidak pas.

“Salah besar, lha kalau justru orang DPP ke Solo nggak pernah kulanuwun ke Wali Kota atau Ketua DPC itu nggak diajak rembugan, ra ngerti aturan malahan. Kalau datang kesini kulanuwun itu malah yang ngerti budaya,” kata Rudy.

Anies yang sebelumnya dideklarasikan partai Nasional Demokrasi (Nasdem) sebagai calon presiden bukan masalah baginya. Terlebih Anies juga belum ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Sehingga menurutnya tidak ada yang perlu diributkan.

“Kecuali sudah bisa dicalonkan Presiden, ditetapkan KPU resmi, ngomong-ngomong dengan Mas Gibran sendiri tanpa sepengetahuan dan sebagainya mungkin itu bisa diklarifikasi,” katanya.

Mantan Wali Kota Solo tersebut meminta ke semua pihak agar tak terlalu reaktif.

“Wong saya yang punya ketua DPC di sini senang senang wae, mendukung, artinya mendukung budaya silaturahmi. Jangan keras keras lah untuk tahun-tahun kaya begini, ngga ada manfaatnya,” tukasnya.