JAKARTA, MettaNEWS – Produk teh dalam negeri, Teh Bunga Indonesia semakin melebarkan sayap di pasar global. Setelah ekspor perdana di tahun 2019 ke Bangladesh,
Di bawah bendera PT Swarga Sang Juragan yang dirintis oleh Nita Rocimah sebagai Pendiri dan Yuan R Sang, sebagai Direktur Utama, produk Teh Bunga Indonesia juga telah berhasil menembus Kanada di tahun 2020.
UKM binaan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI)/Indonesia Eximbank sebagai Special Mission Vehicle Kementerian Keuangan RI ini terus mengeksplorasi produknya tidak berhenti pada teh berbahan bunga saja.
PT Swarga Sang Juragan juga menjadi kisah menarik sebagai salah satu mitra binaan LPEI yang ikut berpartisipasi pada pagelaran Trade Expo Indonesia 2022 beberapa waktu lalu.
Nita Rocimah sebagai Pendiri, merupakan peserta dari Coaching Program for New Exporter (CPNE) yang diadakan oleh LPEI untuk mempersiapkan dan mendorong UMKM Berorientasi Ekspor untuk menembus pasar global.
Nita Rocimah menceritakan PT Swarga Sang Juragan merupakan bisnis yang ia rintis bersama Yuan dengan produk teh berbahan dasar bunga dengan kapasitas produksi mencapai 20 ton setiap bulannya.
Mereka membangun bisnis ini sejak tahun 2018, lalu pada tahun berikutnya mereka mengikuti pelatihan CPNE yang diadakan LPEI. Semenjak itu, bisnisnya mulai berkembang hingga akhirnya mampu menembus pasar ekspor.
“Tahun 2018 kami berdiri, dan pada tahun 2019 kami mendapatkan kesempatan untuk menjadi peserta CPNE 2019 dari LPEI. Seiring dengan ilmu yang kami peroleh selama pelatihan, akhirnya kami dapat mencatatkan prestasi di tahun 2019 dengan ekspor perdana ke Bangladesh dan tahun 2020 di Kanada,” ujar Nita Rocimah, Founder Swarga Flower Tea.
Seiring berjalannya waktu dan berkembangnya bisnis, PT Swarga Sang Juragan terus bertumbuh dengan beberapa lini bisnis yang lain seperti rempah-rempah, ready to eat product dan hospitality.
Oleh karena itu selain ekspor teh berbahan dasar bunga, Nita dan Yuan juga berhasil menjalin kesepakatan atas ekspor buah pinang ke Bangladesh. Hal tersebut diungkap oleh Nita dan Yuan yang menyampaikan bahwa pendekatan ini telah terjadi pada tanggal 9 September 2022 saat mereka melakukan pre-signing. Kemudian signing tersebut dilanjutkan dengan perjanjian business deal dengan produk buah pinang senilai USD30.000 Dollar yang diadakan pada tanggal 19 Oktober 2022 di sela-sela penyelenggaraan Trade Expo Indonesia tahun 2022.
“Alhamdullilah, di sela-sela partisipasi kami di Trade Expo Indonesia dapat membuahkan berkah bagi kami. Wujud dari kesepakatan tersebut, kami akan memenuhi 4 hingga 6 kontainer perbulan dengan kontrak selama lima tahun,” ujar Nita.
Nita menambahkan dibalik keberhasilan ini juga tak lepas dari dukungan masyarakat di sekitar usahanya. Senada dengan Nita, Yuan menyampaikan bahwa dalam praktiknya PT Swarga Sang Juragan senantiasa melibatkan masyarakat termasuk para petani untuk menciptakan hubungan mutualisme di dalam membangun ekosistem bisnis PT Swarga Sang Juragan yang berkelanjutan.
“PT Swarga Sang Juragan sampai saat ini telah melibatkan sekitar 50 hingga 100 kepala keluarga yang mendukung keberlangsungan lini bisnis teh dan rempah-rempah kami,” tandas Yuan.
Menutup wawancara dengan Nita dan Yuan, mereka mengucapkan terima kasih kepada LPEI atas pendampingan dan pelatihan yang diberikan selama ini.
Menurut pengakuannya, mereka tidak bisa mencapai titik sampai saat ini, yakni bisa menembus pasar ekspor jika bukan karena LPEI.l
“Bersama LPEI kami diajarkan dari dasar sekali. Mulai dari dari istilah-istilah ekspor hingga kami bisa ikut Trade Expo Indonesia. Jadi benar-benar kami menjadi eksportir memang karena LPEI. Jadi kami berharap LPEI dapat terus maju dan mendampingi UMKM Indonesia untuk terus bertumbuh,” pungkas Nita.








